Berita

Antasari Azhar/ist

Politik

Antasari Undang JK Jadi Saksi Fakta

SABTU, 15 JUNI 2013 | 16:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Antasari Azhar terus berupaya mencari keadilan. Rencananya, mantan ketua KPK yang jadi terpidana kasus pembunuhan Bos Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen itu akan menghadirkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai saksi fakta dalam sidang lanjutan uji materiil di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Komunikasi dengan Pak JK tetap intens. Kita lakukan melalui beberapa jalur, termasuk lewat orang,"orang Golkar dan Pak Yusril Ihza Mahendra," kata kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Sabtu (15/6).

Seperti diketahui, Antasari bersama kuasa hukumnya melakukan judicial review atas Pasal 263 ayat (1) dan Pasal 268 ayat (3) UU No 8/1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana agar bisa mengajukan Peninjauan Kembali lebih dari satu kali.


Sebelumnya, Antasari juga meminta surat rekomendasi dari MK untuk bisa mendatangkan mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji dan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Cyrus Sinaga, untuk hadir pada sidang. Sama seperti JK, Susno dan Cyrus yang kini berstatus tersangka akan dihadirkan sebagai saki fakta.

Boyamin menjelaskan, upaya menghadirkan JK merupakan sebuah upaya untuk mendapatkan keadilan bagi kliennya agar bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK) lebih dari satu kali. Dia mengatakan, jika PK lebih dari sekali itu dikabulkan, maka akan menjadi pintu pertama untuk membuktikan bahwa Antasari memang tidak bersalah.

"Pintu kedua adalah dalam proses PK itu nantinya bisa dilakukan pemanggilan paksa terhadap saksi penting lainnya," tandas Boyamin.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya