Berita

ILUSTRASI

Politik

Trauma Tsunami, Warga Pesisir Cilacap Sempat Panik Rasakan Goncangan

JUMAT, 14 JUNI 2013 | 11:37 WIB | LAPORAN:

Gempa yang terjadi jelang tengah malam tadi (Kamis, 13/6) sempat menyebabkan warga wilayah pesisir Cilacap, Jawa tengah panik. Trauma tsunami masih menghantui sebagian warga.
 
"Kami masih ingat tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu. Kalau merasakan gempa kami segera lari menyelamatkan diri," kata warga Widarapayung, Cilacap, Ahmad Mufid, Jumat (14/6).
 
Mufid menambahkan, puluhan warga sempat berkerumun di perempatan Widarapayung hendak menyelamatkan diri. Namun setelah diberitahu bahwa gempa ini tidak menimbulkan tsunami, mereka kembali ke rumah masing-masing.
 

 
Seperti diinformasikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 6,5 skala ritcher berpusat di 10,35 lintang selatan dan 107,04 bujur timur, dengan jarak 336 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat di kedalaman 57 kilometer.
 
Kendati sempat membuat panik warga Cilacap, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengkonfirmasi bahwa gempa ini dirasakan warga Cilacap namun tidak sampai menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum maupun milik warga.
 
"Kami sudah mengecek ke seluruh kecamatan. Tidak ada kerusakan maupun korban jiwa," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wasi aryadi di Cilacap.
 
BPBD mengimbau agar warga tetap waspada seandainya terjadi gempa. Sebab saat ini intensitas hujan masih tinggi sehingga beberapa wilayah perbukitan rawan longsor. Wilayah yang rawan longsor terutama di Cilacap bagian barat.
 
"Gempa bisa memicu terjadinya longsor. Kami minta masyarakat  tetap waspada,"  katanya.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya