ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
"Percuma saja kalau Demokrat hanya menjadikan konvensi sebagai cap stempel bagi capres "putra mahkota" karena belum tentu laku dijual ke rakyat. Dengan begitu, capres tersebut juga tak akan mampu menjadi faktor penentu untuk meningkatkan elektabilitas Demokrat," ujar analis politik dari POINT Indonesia, Karel Susetyo, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (14/6).
Dikatakan dia, instrumen survei secara nasional memang mampu memotret popularitas, elektabilitas dan tingkat kesukaan pemilih pada para capres peserta konvensi. Tapi sebaiknya survei yang dilakukan harus bersifat komprehensif dengan memperhitungkan kemampuan sang figur capres untuk menjadikan Demokrat sebagai pemenang pemilu seperti pada pemilu 2009 lalu.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
UPDATE
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40