RM0L. Cedera lutut nampaknya sudah tidak jadi masalah bagi petenis Spanyol, Rafael Nadal. Menjuarai di Prancis Terbuka 2013 jadi buktinya.
Nadal sudah kembali ke performa terbaiknya.
“Saya beruntung, hanya satu lutut saja. Sebelumnya saya merasa tidak nyaman, tapi beberapa pekan terakhir ini saya merasa lutut saya sudah mulai membaik,†ujar Nadal usai meraih gelar, dikutip Supersport, kemarin.
Meski sudah merasa nyaman, dia tetap akan memeriksa kondisinya agar tak lagi kecolongan.
“Lutut saya bisa mengatasi pertarungan sulit seperti saat melawan Novak Djokovic dan David Ferrer. Kemarin saya tak memiliki perasaan yang mengerikan, sehingga ini berita yang positif. Saya sangat berharap siap untuk Wimbledon.â€
Untuk kedelapan kalinya, Nadal berhasil menjuarai Prancis Terbuka usai mengalahkan rekan senegaranya, David Ferrer 6-3 6-2 6-3 di final. Gelar Raja Tanah Liat (King of Clay) kian lekat di dirinya.
Bermain di Phillip Cartier, kompleks Rolland Garros, Paris, petenis nomor 1 dunia asal Mallorca, Spanyol ini terlalu kuat bagi kompatriotnya itu. Meski baru pertama kali tampil di final Grand Slam, Ferrer tak menunjukkan tanda-tanda gugup di awal set pertama. Ferrer unggul 1-0 dan kemudian 3-2 serta memaksa Nadal bertahan di baseline.
Namun, keuletan Ferrer berhasil ditangkal, dan berbalik memimpin 4-3, sebelum servis akuratnya membuat ia merebut set pertama 6-3. Memasuki set kedua, hujan mengguyur cukup deras tapi pertandingan diputuskan tetap dilanjutkan. Namun, Nadal justru makin panas. Terbukti, dia langsung unggul 3-0 dan 5-1.
Ritme permainan Nadal terganggu saat seorang penonton memasuki lapangan dengan flare ke arahnya, sehingga laga terpaksa terhenti sejenak. Ferrer memanfaatkannya untuk memperkecil skor jadi 2-5. Namun, hanya sampai di situ saja, karena set kedua akhirnya kembali jadi milik Nadal dengan 6-2.
Di set ketiga, Nadal tak tertahankan. Petenis 27 tahun ini unggul 2-0. Namun, bukan Ferrer jika menyerah begitu saja. Keuletan Ferrer membuatnya menyamakan kedudukan 2-2. Kemudian, Ferrer hanya sempat menyentuh angka 3-3, sebelum forehand Nadal di game kesembilan akhirnya memastikan kemenangan 6-3 dalam waktu 2 jam 15 menit.
Nadal berhasil menciptakan sejarah baru di Paris. Dia menjadi petenis pertama sepanjang masa yang menjuarai sebuah grand slam hingga delapan kali. Gelar itu sekaligus menambah perbendaharaan trofi Grand Slam-nya jadi 12.
“Saya berterima kasih pada keluarga dan tim. Tanpa dukungan mereka, terutama saat saya absen, hal ini mustahil dicapai. Terima kasih juga kepada mereka yang menyemangati saya di Twitter dan Facebook. Mereka semua memberiku energi yang positif hari ini.â€
Ferrer yang tidak mampu membendung keperkasaan lawannya itu mengakui kehebatan mental Nadal. “Saya rasa dia merupakan petenis dengan mental terbaik yang pernah saya lihat sepanjang karier saya. Dia memiliki segalanya.â€
Ferrer sangat mengagumi ketangguhan fisik Nadal. Padahal di babak sebelumnya, Nadal mesti bermain lima set melawan Novak Djokovic.
“Dia bisa bermain sangat agresif, dia bisa bermain di depan net, dan secara fisik sangat luar biasa. Dia bisa bermain lima set yang dilakukan dua hari lalu dan hari ini dia bermain sangat pintar.†[Harian Rakyat Merdeka]