Argentina berhasil mencukur habis Ekuador tanpa balas dengan skor 4-0, di Buenos Aires. Selanjutnya kedua tim akan kembali berhadapan memperebutkan tiket menuju Brazil, (12/6), mendatang di Ibu Kota Ekuador, Quito.
Namun begitu, sepertinya kehadiran bintang Barcelona, Lionel Messi masih diragukan pada ajang Pra Piala Dunia zona Amerika Latin. Pasalnya sang pelatih, Alejandro Sabella tidak memaksakan sang bintang itu untuk bermain dalam laga di Estadio Olimpico Atahualpa itu.
Ketika menghadapi Kolombia saja, Messi baru diturunkan di babak kedua. Sabella akan membicarakan lebih lanjut apakah pemain yang pernah meraih Ballon D’or itu siap tampil atau tidak, karena Messidona sempat kehilangan beberapa pertandingan bersama Azulgrana dikarenakan cedera.
“Saya akan mendiskusikan itu dengan Messi, bermain di negara dataran tinggi seperti Ekuador itu adalah hal yang cukup sulit. Saya sudah memiliki ide bagaimana melakoni laga ini, namun kami perlu menunggu kondisi pemain terakhir,†tegas Sabella seperti dilansir Soccerway.
Messi yang sudah mulai bermain sejak cedera kakinya membaik, belum bisa memberikan kepastian terkait laganya bersama Timnas Argentina. Meskipun sudah pernah dimainkan, namun pria 25 tahun itu masih enggan memaksakan diri karena dampak dari permainannya kontra Kolombia masih menyisakan sedikit kekhawatiran.
“Saya merasa cukup baik saat ini, namun setelah bermain sebentar (melawan Kolombia) saya tak tahu bagaimana dampaknya terhadap cedera kaki yang sedang saya alami, oleh karena itu saya tak ingin mengambil risiko,†ungkap Messi kepada rekan media, setelah ditahan imbang Kolombia 0-0.
Pertimbangan selanjutnya adalah, letak geografis Ekuador yang berada di dataran tinggi akan mempengaruhi suhu udara dan bisa menyebabkan tenaga para pemain terkuras dengan cepat. Oleh karena itu, untuk bermain nanti dibutuhkan stamina yang lebih dari para pemain agar bisa bertahan di lapangan.
“Bermain di dataran tinggi itu benar-benar menguras tenaga dan tentunya itu akan menjadi laga yang melelahkan,†lanjut Messi.
Di sisi lain, pelatih Ekuador, Renaldo Rueda harus berjuang keras demi mendapatkan tiga poin ketika menghadapi Argentina. Sebelumnya, anak didik Rueda berhasil dikalahkan Peru 8 Juni kemarin berkat gol cepat yang diciptakan Claudio Pizzaro ketika laga baru memasuki menit ke-12.
Posisi klasemen zona Amerika Selatan saat ini, dipuncaki oleh Argentina dengan koleksi 25 poin dari 12 kali pertandingan. Sementara Ekuador yang baru mencicipi 11 pertandingan harus puas berada di urutan ketiga, di bawah Kolombia dengan torehan poin sama 20 namun kalah jumlah produktivitas gol. [Harian Rakyat Merdeka]