Berita

taufiq kiemas/ist

Adhie M Massardi

Dalam Beberapa Hal, Taufik Kiemas Seperti Gus Dur

MINGGU, 09 JUNI 2013 | 08:17 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

SEBAGAI politisi papan atas, cara bicara Taufik Kiemas sering tampak seperti tidak akademis. Ceplas-ceplos. Menyebut nama orang, bahkan nama Presiden Yudhoyono, suka keseleo lidah. Terkesan sebagai tokoh yang naif.

Tapi di balik semua itu, Taufik Kiemas adalah seorang negarawan 24 karat. Ia memiliki komitmen kebangsaan yang nyaris tak ada bandingannya di masa sekarang.

Ketika para pembesar negara, mulai dari presiden, wapres, menteri, hingga anggota DPR/MPR dan para kepala daerah di seluruh Indonesia terjerembab ke lembah liberal, dan tercerabut dari akar budaya kebangsaannya, Taufik Kiemas menggunakan posisinya sebagai Ketua MPR untuk mengampanyekan “4 Pilar” (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).


Ia tidak bergeming ketika sejumlah orang menertawakannya karena menempatkan Pancasila sebagai pilar. Tapi, seperti langkah politik Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), yang tidak terlalu mementingkan kemasan kecuali substansi dan hakekatnya, perdebatan “pilar atau dasar (negara)” di tengah masyarakat itu membuktikan satu hal: tujuan Taufik Kiemas memasukan kembali (4) nilai warisan para pendiri bangsa dalam pikiran bangsanya telah berhasil.

Mudah dibayangkan, kalau Taufik Kiemas tidak menempatkan Pancasila dalam khasanah “perpilaran”, pasti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak akan menjadi pembicaraan sehangat seperti sekarang. Benar, bagi Taufik Kiemas, tidak penting Pancasila itu dikategorikan dasar atau pilar. Yang penting segera dihayati, dan nilai-nilainya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memberi visi. Mengajak orang berpikir ke depan. Itulah gaya Taufik Kiemas. Sekarang kita baru merasakan “kebenaran” kata-kata dan pikiran almarhum. Termasuk kita baru paham belakangan ini bahwa orang yang kekanak-kanakan kalau jadi pemimpin akan berbahaya bagi bangsa dan negara. Jadi apa yang dikatakan Taufik Kiemas dulu itu, tentang “jenderal kekanak-kanakan”, benar belaka.

Saya mulai mengenal dekat Taufik Kiemas (2000-2001) ketika almarhum sebagai suami wakil presiden (Megawati) dan saya juru bicara presiden (Gus Dur). Dalam beberapa kesempatan, kami suka terlibat dalam percakapan yang hangat tentang berbagai persoalan bangsa. Tapi Taufik Kiemas selalu mengambil posisi sebagai orang yang merasa lebih tua, karena itu merasa lebih tahu.

Kini kita harus menelisik lagi satu persatu tokoh berkualitas negarawan 24 karat, tempat kita  bertanya untuk memecah kebekuan dan kebuntuan dalam kita berbangsa dan bernegara. Tapi masih adakah? [***]

Penulis adalah budayawan, Sekjen Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI)

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya