Berita

Jimly Asshiddiqie

Wawancara

WAWANCARA

Jimly Asshiddiqie: 70 Orang Anggota KPUD & Bawaslu Dipecat Karena Melanggar Etika

KAMIS, 06 JUNI 2013 | 09:10 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan bisa meningkatkan transparansi demi terwujudnya pemilu yang demokratis.

“Kami sudah dua kali mengingatkan KPU. Ini tentu harus diperhatikan dan dilakukan perbaikan kinerja,” kata Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:



Apa Anda khawatir pemilu kali ini amburadul?
Tidak. Proses atau tahapan-tahapan pemilu sudah berjalan dengan baik. Kami memberikan peringatan sebagai bentuk upaya mengawal dari segi etika penyelenggaranya saja.

Maksudnya?
Kami kan hanya melihat sisi etik. Karena kalau dari segi teknisnya, DKPP sama sekali tidak melibatkan diri.

Apa dengan peringatan itu pemilu bisa membaik?
Kami percaya sesudah berdirinya DKPP yang hampir satu tahun ini, seluruh aparat penyelenggara pemilu, baik dari KPU  maupun KPUD mulai menyadari adanya sistem pengawasan yang berlapis-lapis.

Dengan pengawasan yang sangat ketat seperti ini, tentu tidak dimungkinkan adanya celah-celah untuk melakukan penyelewengan atau lainnya.

Anda tidak khawatir ada kecurangan Pemilu  2014?
Saya optimistis tidak ada. DKPP berharap ada usaha para penyelenggara pemilu untuk mewujudkan usaha yang sungguh-sungguh  memperbaiki diri.

Bukan hanya dari segi administrasi, tapi dari segi etika dan sikap taat terhadap aturan. Sebab, sudah 70 orang yang kami pecat karena melanggar etika.

Siapa saja itu?
Orang-orang yang diberhentikan yakni para anggota KPUD maupun Panwaslu Daerah yang telah terbukti dengan sah meyakinkan melanggar kode etik.

Apa saja yang dilanggar?
Macam-macam kelakuannya. Mulai dari diduga melakukan money politics sampai kepada sikap tidak netral. Yang paling banyak tidak netral atau berpihak pada salah satu konstestan peserta pilkada.

Ini warning bagi KPU?
Ya, pokoknya untuk penyelenggara pemilu ke depan harus adil, bersih dan terpercaya hasilnya. Kalau sampai ada keberpihakan, tentu Pemilu 2014 tidak jurdil, bersih atau tingkat keterpercayaannya rendah. Makanya dalam proses tahapan Pemilu 2014 ini saja DKPP sudah mengeluarkan dua surat peringatan kepada KPU Pusat. Semua itu ditujukan agar ada perbaikan.

Mengenai apa saja peringatan itu?
Keduanya mengenai transparansi. Kami berharap KPU transparan karena ini demi kepentingan publik.

Kalau dicuekin apa sanksinya?
Belum ada sanksi. Peringatan itu  sifatnya untuk mendidik KPU pusat dan daerah  segera melakukan perbaikan-perbaikan. Tujuannya agar tidak mengulangi kesalahan.

Bagaimana menciptakan pemilu yang berkualitas kalau tidak ada sanksi tegas?
Kalau ada kemuaun itu semua bisa diperbaiki.  DKPP juga telah meminta KPU agar terus menjaga komitmen untuk tidak berpihak pada partai politik manapun.

Mengenai bantuan luar negeri bagaimana?

Itu juga sedang dipantau DKPP. Pokoknya semua kegiatan KPU dan Bawaslu itu harus berdasarkan undang-undang dan pendanaannya sesuai dengan anggaran APBN yang sudah ada. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya