Berita

DEMO ALIANSI CABUT MANDAT JOKOWI-AHOK/IST

Olahraga

Jokowi-Ahok Diskriminatif! Mal Pluit dan Hotel Aston Tak Ikut Digusur

SELASA, 04 JUNI 2013 | 19:47 WIB | LAPORAN:

Aliansi Cabut Mandat Jokowi-Ahok kembali mempersoalkan langkah Pemerintah Daerah Jakarta menggusur warga yang tinggal di bantaran waduk Pluit, Jakarta Utara. Di satu sisi, Pemda justru terkesan membiarkan Mega Mall Pluit dan Hotel Aston tetap beroperasi. Padahal kedua bangunan tersebut bermasalah.

"Kenapa Jokowi-Ahok  tidak berani membongkar/menggusur Mega Mall Pluit dan hotel Aston! Padahal tempat tersebut tidak sah surat-suratnya, karena asalnya adalah danau Pluit yang ditimbun jadi Mall!," tulis Baim Sholeh mewakili Aliansi Cabut Mandat Jokowi-Ahok melalui rilis yang diterima redaksi, Selasa (4/6).

Bukan hanya itu, sikap diskriminasi Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama juga diperlihatkan keduanya dengan menyuburkan tempat prostitusi terselubung milik cukong-cukong asing seperti Hotel Classik yang selama ini dikenal sebagai lokasi perdagangan perempuan.


"Jangan hanya berani sama rakyat pribumi kecil dan miskin, sedang sama big bos yang sama-sama Cina dan kaya tidak berani," imbuhnya.

Untuk itulah, kata Sholeh, pihaknya menyerukan kepada warga DKI bersatu untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi yang dilakukan Jokowi dan Ahok.

"Stop intimidasi aparat keamanan yang hadir di Muara Baru yang membuat warga takut dan tertekan," tegasnya.

Pihaknya juga mendesak agar kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) yang telah mengeluarkan izin pendirian Mall Mega Pluit dicopot dari jabatannya. Pun demikian dengan izin pembangunanya.

Sholeh menambahkan bahwa pihaknya mendukung wacana interpelasi yang diajukan jajaran DPRD DKI terhadap Joko Widodo.

"Kami mendukung DPRD DKI Jakarta untuk menggunakan hak interpelasi dan segera memanggil Jokowi atas sikap arogansi dan bentuk diskiminasi terhadap warga DKI Jakarta," kata Sholeh mengakhiri.[wid]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya