Berita

BASUKI T PURNAMA/IST

Olahraga

Bank Dunia Setuju Syarat JEDI dari Pemprov DKI

SELASA, 04 JUNI 2013 | 17:45 WIB | LAPORAN:

Bank Dunia akhirnya menyetujui persyaratan yang diajukan Pemprov DKI terkait pengerjaan proyek normalisasi 13 sungai di wilayah Jakarta. Bank Dunia setuju untuk merampungkan pengerjaan proyek yang dikenal dengan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) ini dalam jangka waktu dua tahun.

Begitu disampaikan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/6).

"Kita senang akhirnya Bank Dunia mengerti harus bisa selesai dua tahun. Soalnya dulu Bank dunia tidak mengatakan ya atau tidak untuk waktu penyelesaian normalisasi 13 sungai," kata Ahok.


Bank Dunia sebelumnya menilai proses relokasi warga yang tinggal di bantaran area sungai akan memakan waktu lama. Karena alasan itulah, Bank Dunia ngotot meminta waktu hingga lima tahun untuk menyelesaikan program JEDI sembari sembari memberi uang santunan kepada warga yang relokasi. Namun, Ahok menolak memberikan santunan karena beranggapan bahwa warga yang terkena relokasi telah menempati tanah negara.

"Dia (Bank Dunia) bilang di lapangan bisa hadapi kendala dalam memindahkan orang. Makanya, tidak bisa selesai dua tahun, tetapi malah lima tahun. Orang yang dapat kerahiman bisa pindah-pindah. Bisa lima kali dapat kerahiman mereka (warga yang tinggal di sepanjang sungai)," kata Ahok lagi.

Ahok tegaskan, pemprov DKI tetap keukeuh proyek yang dirintis semasa pemerintah Fauzi Bowo tersebut harus rampung dalam dua tahun.

"Kalau mereka (Bank Dunia) tidak mau menyelesaikan selama dua tahun, pulang kampung saja, kan," katanya sambil tertawa.

Seperti diketahui, Bank Dunia bersedia memberi pinjaman lunak sebesar 139 juta Dolar US untuk penyelesaian proyek JEDI. Sedang, sisa pembiayaan proyek yang diperkirakan menelan biaya 190 Dolar US tersebut akan ditanggung dari APBN dan APBD DKI.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya