Berita

David Ferrer

Olahraga

Ferrer Sumringah, Sharapova Kritik “Mata Elang”

16 Besar Prancis Terbuka
SENIN, 03 JUNI 2013 | 08:10 WIB

David Ferrer mencapai perempat finalnya kali keenam  di tingkat Grand Slam secara berturut-turut, usai menaklukan Kevin Anderson 6-3, 6-1, 6-1 kemarin sore di Prancis Terbuka.

Ferrer, unggulan nomor empat, berhasil mengonversi enam dari 17 peluang break-point, serta menyelesaikan dengan baik setiap game servis. Ferrer telah memenangkan empat pertandingan tanpa kehilangan satu set pun. Dia semifinalis besar empat kali, termasuk di Roland Garros tahun lalu.

Petenis berdarah Spanyol menutup dan merayakan kemenangannya dengan melihat ke langit biru sembari mengangkat kedua tangannya. Lawan berikutnya adalah salah satu yang menjadi pemenang dalam duel Nicolas Almagro kontra Tommy Robredo.


Sekedar catatan, hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung laga di partai tunggal putri, antara Svetlana Kuznetsova kontra Serena Williams. Laga sedang berjalan di set pertama. Dengan raihan skor 6-1 untuk Serena. Sedangkan di tunggal putra, unggulan pertama Novak Djokovic masih menunggu giliran melakoni laga di babak keempat, usai mengalahkan dengan kemenangan 6-2, 6-2, dan 6-3 atas Grigor Dimitrov.

Djokovic pun tidak mengalami kesulitan berarti dalam meraih kemenangan di partai babak ketiga yang tuntas Minggu (2/6) dinihari WIB tersebut.

Sementara itu, petenis cantik berdarah Rusia, Maria Sharapova geram. Juara bertahan Prancis Terbuka itu meminta pihak penyelenggara untuk segera menerapkan sistem “Mata Elang”. Penyebabnya adalah keputusan wasit yang menurutnya telah merugikan dirinya dalam laga melawan Zheng Jie, Sabtu (1/6) kemarin. Ketika itu, wasit mengesahkan bola dari Zheng Jie meski terlihat jelas bahwa bola itu keluar.

“Pertama-tama, ini bukan tentang fakta apakah (bola) itu di dalam atau di luar. Saya pikir bagi saya itu adalah fakta wasit tidak mengenali tanda. Itu tanda tanya besar Semua grand slam yang lain memiliki sistem Hawk-Eye dan saya tahu jenis situasi yang terjadi meskipun jauh lebih jarang di lapangan tanah liat tersebut Apakah itu masalah uang? Saya tidak berpikir begitu. Itu hanya bukti mutlak bahwa ini adalah titik besar dan bisa terjadi dalam situasi apapun,” protes Sharapova. di Supersport. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya