Berita

jokowi

Olahraga

Warga Jakarta akan Dukung Jokowi dalam Program KJS

JUMAT, 31 MEI 2013 | 08:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejak pertama kali program Kartu Jakarta Sehat diluncurkan, sejumlah masalah memang mengikutinya terutama soal kesiapan rumah sakit yang terlibat program maupun mekanisme dan platform pembiayaannya.  

"Bahwa program itu masih bersoal dan belum sempurna, itu betul. Wajarlah, namanya juga program baru, masih seumur jagung. Namun, soal teknis nggak harus ditanggapi secara politis, perbaiki saja teknisnya," ujar tokoh pemuda Jakarta Rommy (Jumat, 31/5).

Karena itu, ungkap Rommy, hak interpelasi yang diwacanakan sejumlah anggota DPRD Jakarta terkait KJS, jelas sumir, terburu-buru, mengada-ada, dan tidak perlu. Lagipula, masalah KJS ini kan bukan kategori “kejadian luar biasa” atau KLB seperti dalam penanganan bencana.


Menurut Rommy, dibandingkan dengan apa yang dipersoalkan DPRD mengenai beberapa hal yang memicu kekisruhan, program KJS ini lebih besar manfaatnya. Terbukti, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program ini mencapai 80%.

Jadi, menurut Rommy, wajar saja kalau ada yang mau mengembangkan masalah ini secara politis. “Apalagi sebagian pihak mungkin masih mengalami 'luka batin' pasca pilgub lalu,” ungkap mantan aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah yang juga bakal calon anggota DPD dari DKI Jakarta ini.

Namun, harga dan risiko politik yang mungkin timbul pasti mahal. Karena, warga Jakarta pasti akan membela Gubernur Joko Widodo.  "Karena KJS kan program bagus dan dan harus ada karena merupakan hak dasar masyarakat yang secara konstitusional jadi tanggung jawab Negara,” kata Rommy.

Nuansa politis soal ini memang kentara. Jokowi sendiri bahkan dituding telah melakukan pencitraan politik oleh seorang anggota DPRD DKI Jakarta ketika membagi-bagikan Kartu Jakarta Sehat beberapa hari lalu.

Menanggapi itu, Rommy sependapat dengan penjelasan Jokowi bahwa pembagian kartu itu sifatnya simbolis belaka. “Saya kira Jokowi tidak berpikir begitu. Acara itu kan sama kayak presiden potong padi dalam peresmian masa panen raya. Presiden kan tidak lantas jadi sibuk potong padi dimana-mana. Jadi apa yang dilakukan Jokowi adalah hal biasa dan wajar saja dilakukan oleh seorang pimpinan.”

Tudingan itu, menurutnya, seperti ingin mengartikan KJS sebagai "Kepengen Jokowi Salah".  Sejumlah persoalan yang melingkupi program ini memang perlu segera tuntas. Respon dari komisi E bahwa mereka tidak tahu apa itu sistem Indonesia Case Basic Groups (INA-CBG's) menandakan bahwa solusinya hanya bergantung pada komunikasi antara DPRD dan Pemprov DKI, seperti tentang penaikkan besaran premi, platform pembiayaan RS yang masih berbeda-beda, serta aturan paket pembiayaan premi yang memenuhi standard minimum pelayanan, namun di sisi lain tetap bisa menghemat pembiayaan.

Dalam hal ini, Pemprov DKI dan DPRD mestinya bisa saling sinergi sesuai posisi dan kewenangannya masing-masing. Rommy menilai kalau kedua pihak itu bisa “duduk manis”, pasti sangat membantu warga Jakarta. “KJS ini soal penting. "Namun, hal ini nggak perlu membuat siapapun jadi  lebay.  Karena kalau saling gontok-gontokan terus, yang rugi adalah masyarakat.  Kita kan tak mau kebijakan bagus ini mati prematur di tengah jalan,” demikian Rommy. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya