Berita

BI Bohong, Sejak Awal Century Diskenariokan Berdampak Sistemik

KAMIS, 30 MEI 2013 | 01:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan anggota Tim Pengawas (Timwas) Century Akbar Faisal mengklaim memiliki dokumen terbaru tentang kasus bailout Bank Century. Dokumen berisi rentetan rapat yang dihadiri enam Dewan Gubernur Bank Indonesia, termasuk Boediono yang saat ini menjabat wakil presiden.

"Seratus persen (dokumen) ini asli. Saya jamin ini otentik," kata dia kepada media, Rabu malam (29/5).

Akbar yang berhenti sebagai anggota DPR karena pindah partai dari Hanura ke Nasdem mengatakan rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 20 November 2008 pukul 19.00-00.00 sebagai awal masalah Century. Dalam rapat inilah diputuskan Century berdampak sistemik.


"Rapat Dewan Gubernur BI tanggal 30 Oktober, 5, 17, dan 18 November sudah dipenuhi pandangan sistemik padahal belum ada hitungan sistemik. Di dokumen ini hasil hitungan tim internal BI menyebut tidak sistemik, tapi kemudian ditolak Dewan Gubernur BI. Tidak ada alasan sistemik tapi dipaksakan supaya sistemik," bebernya.

"Hasil rapat 20 November missing linknya, analisis dampak sistemik Bank Century memasukkan dampak psikologi pasar. Sementara awalnya tidak ada," sambung dia.

Akbar menegaskan BI sudah tidak jujur karena tidak memberikan dokumen tersebut kepada Pansus Century DPR, yang kemudian merekomendasikan beberapa hal terkait masalah bailout Century.

"BI tidak berikan data aslinya. BI telah melakukan manipulasi data yang mereka buat sendiri kemudian menyerahkannya ke Pansus," imbuh dia.

Selain sudah menyerahkan salinan dokumen kepada Timwas Century, Akbar juga mengatakan berniat memberikannya kepada KPK.

"Mohon diterima KPK," demikian Akbar.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya