Berita

Alasan KPK Tolak Undangan Timwas Century

KAMIS, 30 MEI 2013 | 01:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memenuhi undangan Tim Pengawas (Timwas) Century DPR. Jurubicara KPK Johan Budi menjelaskan penolakan pimpinan komisi anti rasuah lantaran agenda rapat pagi kemarin untuk membahas materi penyidikan perkara.

"Undangan tertera untuk kebutuhan membahas masalah konstruksi hukum penetapan tersangka (Century). Kami dari KPK melihat ini termasuk materi pemeriksaan," kata dia kepada media, Rabu malam (29/5).

Johan menjelaskan Pimpinan KPK dan tim bersedia memenuhi undangan Timwas Century selama rapat dilakukan untuk membahas perkembangan penanganan perkara, bukan materi pemeriksaan.


"Kalau terkait progress report tidak masalah. Kami mengormati Timwas Century, menghormati DPR. Tidak ada niat tidak menghormati," jelas dia lagi.

Johan membantah tudingan KPK tak bersungguh-sungguh menangani kasus Century. Terkait perkembangan penanganan kasus yang disebut-sebut menyeret nama Wakil Presiden Boediono ini, katanya, ada banyak nama yang akan dimintai keterangan oleh penyidik selain pemeriksaan terhadap seorang mantan pejabat Bank Indonesia di Australia yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Dalam menangani Century KPK cukup serius. Hanya soal kecepatan menangani kasusnya yang berbeda-berbeda. Kasus travel cek misalnya, pemberi suap, Miranada, baru selesai diproses dua tahu lebih setelah proses hukum terhadap para penerima selesai dilakukan. Century juga, prosesnya cukup lama," demikian Johan. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya