Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla, menerima kunjungan Ketua Umum Dewan Masjid Iran, Mohammad Javad Akbari, di kantor DMI, Jakarta, kemarin Selasa (28/5).
Banyak hal dibahas dalam pertemuan kedua tokoh dunia tersebut. Salah satu hal yang dibahas adalah, bagaimana pemberdayaan masjid dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi umat dan masyarakat.
"Saya melihat, masjid harus dikembalikan fungsinya. Yang utama tentu masjid menjadi tempat hablu minallah (hubungan manusia dan Tuhannya), dan hablu minanaas (hubungan sesama manusia). Dua hal itu yang harus kita tegakkan dalam arti sebenarnya," papar pria yang karib disapa JK itu.
Karena itulah, mantan Wapres RI ini menggagas masjid di Indonesia dengan spirit "Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid.".
Kepada rekannya dari Iran, JK menjelaskan, DMI telah menggulirkan program pemberdayaan masjid Indonesia antara lain dengan mendirikan posko kesehatan berbasis masjid, sekolah PAUD berbasis masjid di ribuan masjid raya, perbaikan ribuan akustik dan sound masjid, dan sebagainya.
Sementara itu, Akbari menyatakan, bahwa pengelolaan masjid dan pemberdayaannya di Iran dilakukan masyarakat. Namun demikian, pemerintah Iran membantu masjid.
"Kami memaksimalkan peran masjid sebagaimana di masa Rasulullah, yakni menjadi sentra kegiatan masyarakat. Bahkan hingga kini, banyAk pemimpin dan kebijakan di Iran lahir dari masjid," papar Akbari.
Akbari, yang juga mantan Wapres Iran itu mengajak DMI untuk kerjasama pemberdayaan masjid dan umat. Hal itu dirasa penting mengingat posisi Indonesia dan Iran di kancah internasional sangat strategis.
JK menyambut baik ajakan kerjasama tersebut. Pihaknya akan segera membentuk tim untuk merealisasikan kerjasama tersebut.
Akbari yang didampingi Dubes Iran untuk Indonesia, Mahmood Farazandeeh, itu juga menyinggung hari masjid sedunia. Ia mengusulkan tanggal 30 Mei sebagai Hari Masjid Sedunia. Hal tersebut disepakati JK.
[zul]