Berita

labora sitorus

Yenti Garnasih: Kenapa Polisi Tak Sita Aset Aiptu Labora Sitorus?

SELASA, 28 MEI 2013 | 13:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sikap penyidik Polri yang tidak menyita aset Aiptu Labora Sitorus dipertanyakan. Mestinya, begitu dijerat dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang, aset anggota polisi yang memiliki rekening Rp 1,5 triliun itu harus disita.

"Kenapa? Apa dia (Polri) tidak tahu caranya. Polri sudah beberapa kali menangani kasus money laundering, bagus kok. Ini ada apa kenapa tidak mau menyita," ujar pakar hukum soal TPPU Yenti Garnasih kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 28/4).

Selain tersangkut kasus kasus penimbunan BBM dan pembalakan liar, Aiptu Labora Sitorus juga dijerat UU TPPU. Menurutnya, mestinya penanganan kasus tersebut harus bersama-sama.


"Seharusnya sekaligus, bersama-sama. Bukan kejahatan BBM atau illegal loggingnya dulu. Itu salah. Makanya polisi harus melakukan penyitaan. Kalau nggak, keburu hilang. Ngapain hanya memenjarakan, orang tanpa menyita asetnya," tandas Yenti.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafly Amar mengatakan, pihaknya tidak mau terburu-buru menyita aset Labora Sitorus.

“Kami menggunakan’rinsip follow the money (mengikuti aliran uang). Yang penting kami mengikuti aliran uang itu dulu. Setelah terungkap kejahatan pokoknya, kami sita aset-aset Labora Sitorus," kata Boy Rafly Amar kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Cara Polri ini berbeda dengan KPK yang kalau menjerat seseorang dengan UU TPPU, aset-aset tersangka pun langsung disita. Ini terlihat saat menangani kasus Simulator SIM dengan tersangka Djoko Susilo dan kasus impor daging sapi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya