Menkominfo Tifatul Sembiring meresmikan groundbreaking (pemancangan tiang pertama) atas dimulainya pembangunan jaringan fiber optic Palapa Ring Sulawesi-Maluku-Papua di Kantor PT Telkom di Ternate, Maluku Utara pagi ini (Selasa, 28/5).
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Thaib Armayn dan jajaran muspida Maluku Utara, Dirut PT. Telkom Arief Yahya, Staff Kemenominfo dan perwakilan dari bupati dan walikota se-Maluku Utara.
"Kita adalah anak cucu Majapahit yang tengah mewujudkan mimpi Gajah Mada yang pernah mengucap sumpah Palapa, untuk menyatukan Nusantara ini," ujar Tifatul yang disambut tepuk tangan hadirin.
Tifatul juga menegaskan bahwa pembangunan proyek Palapa Ring ke kawasan Indonesia Timur ini, akan menjadi tonggak sejarah bagi kemajuan generasi bangsa. "Ini bagaikan sinar mentari yang akan menerangi kawasan Indonesia Timur. Karena masyarakat akan memperoleh fasilitas akses internet dengan kecepatan tinggi," tegas Tifatul.
Palapa Ring Proyek adalah pembangunan jaringan serat optik dan telah menyambungkan pulau-pulau besar lainnya di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Jaringan ini dikenal juga dengan istilah broadband (pita lebar). Mulai hari ini akan disambungkan ke Maluku dan Papua yang diharapkan akan selesai 18 bulan ke depan.
Untuk stage SMPCS (Sulawesi Papua Cable System) ini akan memakan biaya kurang lebih Rp 2 triliun, yang sepenuhnya akan dikerjakan oleh PT. Telkom Indonesia. "Ini adalah bagian dari implementasi MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) termasuk konektifitas koridor 6," ungkap Tifatul.
Proyek prestisius ini telah dicanangkan Presiden SBY di forum Indonesia Summit, November 2009 dalam istilah "Indonesia Tersambung" baik secara infrastruktur jalan, jembatan, transportasi serta komunikasi dan informasi.
Tifatul bahkan mengungkapkannya dalam sebait pantun:
Kalau selasih ada di halaman/ Tentulah ada tempat berlindung/ Kalau komunikasi sudah berjalan/ Tentulah hati akan tersambung...Tifatul mengingatkan, proyek ini akan membuka akses internet dengan kecepatan hingga 10 MBPS dan jika dimanfaatkan secara positif, akan meningkatkan daya saing Indonesia di percaturan dunia global.
Bekas Presiden PKS ini juga mengimbau semua pihak, akademisi, pengusaha, pemerintah dan komunitas IT ikut mensukseskan pembangunan di bidang IT, khususnya di Maluku Utara ini. Karena jaringan broadband ini akan berdampak luas kepada sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, politik, sosial dan lain-lain.
"Sekali lagi pembangunan proyek Palapa Ring ini akan memperkecil kesenjangan antara kawasan Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Bagian Timur," tutup Tifatul.
[zul]