Berita

endang tirtana

Kalau Mau Dipilih, Partai Harus Lakukan Pembersihan Diri

SENIN, 27 MEI 2013 | 09:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia diingatkan untuk tidak golput pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.

Sistem demokrasi yang diterapkan dalam politik di Indonesia, yang salah satunya diwujudkan melalui jalur pemilihan langsung, harus betul-betul dimanfaatkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang kuat dalam artian tegas, berpihak pada kepentingan masyarakat, jujur, dan bersih dari kasus korupsi.

Demikian disampaikan peneliti Maarif Institute, Endang Tirtana, (Senin, 27/5).


Karena itu, tekan Endang lagi, apatisme terhadap politik bukan solusi terbaik atas kegerahan publik atas kondisi yang ada saat ini. "Jika tidak (memilih), maka kandidat yang tidak jelas, bisa-bisa menjadi pemimpin anda," ungkap intelektual muda Muhammadiyah ini.

Untuk meminimalisir atau bahkan menghindari pesimisme terhadap kandidat-kandidat yang ada, masyarakar harus harus menyampaikan aspirasi melalui beragam kanal demokrasi. Media sosial dan "citizen journalist" bisa menjadi alat bagi masyarakat biasa untuk memasifkan informasi sebagai pelengkap dari media-media cetak dan elektronik yang sudah ada.

"Selain itu organisasi non-pemerintah harus bersuara nyaring sebagai 'watch-dog' agar peluang dan kesempatan untuk manipulatif dan koruptif bisa terminimalisir," imbuh Endang.

Untuk partai politik, jika ingin memenangkan hati masyarakat, harus melakukan gerakan katarsi atau pembersihan diri. Pada saat yang sama, masyarakat harus juga proaktif memantau kinerja seluruh institusi politik, juga pemerintah, baik itu eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

Terakhir, tambah Endang, siapapun pemenang Pemilu 2014 harus bekerja untuk kepentingan rakyat. Agar terpilih capres yang pro rakyat, rakyat jangan salah pilih dan harus selalu melakukan kontrol terhadap calon-calon yang nanti dipilih. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya