Berita

Jusuf Kalla

Wawancara

WAWANCARA

Jusuf Kalla: Publik Perlu Tahu Ke Mana Dana Subsidi BBM Dialihkan

SENIN, 27 MEI 2013 | 08:26 WIB

Banyak kalangan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Sebab, akan membuat rakyat menderita. Tapi bagi bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengurangi subsidi BBM sekarang ini memang diperlukan demi pembangunan infrastruktur.

“Menaikkan dan menurunkan harga BBM adalah hak pemerintah. Kita tunggu saja.

 Kalau nanti dinaikkan, tentu ada petimbangan-pertimbangan logisnya,” kata Jusuf Kalla kepada Rakyat Mereka, kemarin.


Yang jelas, lanjut bekas Ketua Umum Partai Golkar itu, bila harga BBM dinaikkan tentu harus diberi kompensasi bagi rakyat kurang mampu.

“BLT (bantuan langsung tunai) atau sekarang disebut BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) suatu keharusan bila harga BBM dinaikkan,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bukankah BLSM itu mendidik masyarakat bermental pengemis?
Saya kira tidak begitu. Pemberian BLSM itu jangan dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Masa mengasih uang kepada orang yang tidak mampu dinilai negatif.

Kalau dulu BLT, kenapa diubah menjadi BLSM?

BLT  itu kan konsep saya dulu. Sekarang ini kan hanya ubah nama saja menjadi BLSM, ha-ha-ha.

Kenapa Anda setuju pemberian BLSM?
Masalahnya bukan setuju atau tidak setuju. Ketika harga BBM itu naik, tentu akan ada masyarakat tidak mampu terpukul hebat. Agar tidak menderita harus diberikan kompensasi.

Bukankah BLSM ini dinilai berbau politis?
Ah, jangan lihat politis atau tidaknya. Tapi lihat anggaran negara tidak kuat lagi untuk membangun. Maka solusi pahitnya, harga BBM dinaikkan.

Apa Presiden meminta saran Anda mengenai BLSM?
Tidak. Kan sudah tahu caranya semua. Untuk menghitung besaran BLSM yang akan diberikan kan tinggal hitung jumlah masyarakat tidak mampu. Lalu dihitung dengan kenaikan BBM.

Tampaknya Anda setuju harga BBM dinaikkan, kenapa?
Sekarang ini bukan urusan naik atau tidak naiknya BBM. Urusannya kita perlu dana besar  membangun infrastruktur yang memadai dan baik untuk rakyat.

Apa satu-satunya jalan dengan menaikkan harga BBM?
Kalau memang dirasa perlu oleh pemerintah kenapa tidak. Pengalihan subsidi BBM ke pendanaan pembangunan itu bagus.

Memangnya APBN kita tidak cukup?
Itu masalahnya. Mungkin dana APBN yang ada sekarang tersedot ke subsidi BBM.

Makanya dana untuk pembangunan berkurang.

Memang selama ini pembangunan bagaimana?
Tugas pemerintah bukan untuk menyubsidi BBM saja. Pemerintah kan harus membangun jalan, rumah sakit, sekolah, pertanian, dan lainnya. Itu kan membutuhkan dana besar.

Harga BBM naik, maka  harga kebutuhan pokok naik juga, ini bagaimana?
Memang semua harga ikut naik. Asal tujuannya untuk membangun hal-hal yang berguna untuk rakyat kan tidak mengapa. Toh nanti rakyat banyak yang menikmati pembangunan itu.

Makanya publik perlu tahu ke mana dialihkan dana subsidi BBM bila harga BBM dinaikkan, sehingga tidak menimbulkan tafsiran dan spekulasi.

Untuk itu, sebelum menaikkan harga BBM, pemerintah perlu menjelaskan ke mana subsidi itu dialihkan. Agar msayarakat memahami bahwa dana subsidi yang dikurangi itu untuk pembangunan yang nantinya dinikmati rakyat di kota maupun pelosok desa.

Kalau harga BBM naik, biasanya ada demo, apa PMI terjunkan anggota medis?

Ya. Biasanya kalau ada aksi besar-besaran tentu kami akan kerahkan tenaga medis untuk berjaga-jaga. Kita harus siap menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi dalam sebuah aksi. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya