Berita

Politik

PDIP Akan Gugat Hasil Pilgub Bali ke MK

MINGGU, 26 MEI 2013 | 19:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memprotes penetapan hasil pemilihan gubernur Bali yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bali.
 
Dalam penetapan itu, pasangan yang diusung PDIP, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) dinyatakan kalah dari pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta).

"Apapun, partai akan protes," tegas Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (26/5). 


Tjahjo mengatakan berdasarkan dokumen C1 yang didapat dari semua TPS, pasangan PAS unggul dari Pasti-Kerta, pasangan yang diusung Partai Demokrat. Tapi di dokumen D1 hingga DB, tingkat kabupaten, suara PAS banyak hilang.
Tim PDIP, kata Tjahjo, punya bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan atas kecurangan yang terjadi ini.

"Kita akan membawa masalah ini ke MK dan DKPP," tegas Tjahjo lagi.

Seperti diketahui, KPU Bali menetapkan pasangan Pastika-Sudikerta sebagai pemenang pilkada dengan total perolehan 1.063.734 suara (50,02 persen) atau unggul 996 suara atas pasangan Puspayoga-Sukrawan yang meraih 1.062.738 suara (49,98 persen).

Sebelumnya, hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) beberapa jam setelah pemilihan di TPS dilakukan, pasangan PAS disebut menang tipis dengan perolehan 50,31 persen suara. Sementara pasangan Pastika-Sudikerta hanya memperoleh suara 49,69 persen.

Tapi berdasarkan hasil quick count Indonesia Research Center (IRC), pasangan Pastika-Sudikerta yang menang. Calon incumbent ini memperoleh suara 50,01 persen, sedangkan pasangan PAS memperoleh 49,99 persen suara. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya