Berita

agus santoso

Untuk Memudahkan Pelacakan, PPATK Usul Jenis Pekerjaan di KTP Ditulis Spesifik

JUMAT, 24 MEI 2013 | 15:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku mengalami hambatan dalam melacak pihak-pihak yang diduga terkait dengan pencucian uang. Karena kartu tanda penduduk (KTP) belum menjadi single identity murni.

"Masih banyak orang dengan KTP alamat rumah ini, rumah itu. Karena rumahnya banyak. Namanya juga nggak stabil. Kadang namanya, misalnya Agus S atau A Santoso. Jadi selalu ada perbedaan nama seperti itu," ujar Wakil Kepala PPATK Agus Santoso kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 24/5).

Begitu juga dengan jenis pekerjaan. Menurutnya, saat ini jenis pekerjaan yang di KTP sangat umum. Pilihannya, misalnya, hanya wiraswasta, PNS, ibu rumah tangga. Karena itu PPATK tidak pernah tahu apakah seseorang yang diduga terkait pencucian uang itu politisi atau kader partai tertentu.


Semakin sulit, jenis pekerjaan di KTP pun sering gonta-ganti.

"Lalu untuk mencari daftar PEP, masih ada hambatan tuh. Karena mereka juga ganti-ganti kan. Siapa sih Politically Exposed Person (PEP). Kita sedang membangun data PEP. Sehingga ke depan kita bisa lebih fokus mencari yang namanya PEP," ungkap Agus.

Dalam sebuah sumber disebutkan, Politically Exposed Person (PEP) adalah orang yang mendapatkan kepercayaan untuk memiliki kewenangan publik diantaranya adalah Penyelenggara Negara sebagaimana dimaksud dalam peraturan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Penyelenggara Negara, dan/atau orang yang tercatat sebagai anggota partai politik yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan dan operasional partai politik, baik yang berkewarganegaraan Indonesia maupun yang berkewarganegaraan asing.

"Sekarang saya sudah mulai mengidentifikasi dengan mencocokkan juga ke LHKPN. Karena sudah online juga nih dengan LHKPN-nya KPK. Nama-nama tertentu kita cocokkan juga," sambung Agus.

Makanya, Agus menyarankan kepada Kementerian Dalam Negeri agar membuat jenis pekerjaan di KTP lebih spesifik, jangan cuma swasta atau PNS. Karena itu, akan sangat membantu dalam mewujudkan transparansi sektor keuangan atau membuat sistem keuangan yang bersih.

"Toh data-data individual itu tidak dipakai kemana-mana. Itu kan disimpan dalam satu chip. Di KTP nggak perlu terlihat. Cukup yang terlihat nama, alamat, nomor kependudukan. Tapi kalau kita pakai card reader, bisa terbaca. Jadi orang itu lebih lengkap identitasnya," tandas Agus. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya