Berita

Berbeda dengan Demokrat, PKS Terbukti Bisa Bertahan Hadapi Badai

JUMAT, 24 MEI 2013 | 14:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan Sejahtara terkenal dengan kesolidan massanya. Pasalnya, PKS merupakan partai kader.

Karena itu, kasus suap impor daging sapi yang membelit mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tak akan menggoyahkan para kadernya, justru malah menguat dan semakin solid.

Demikian disampaikan pengamat politik Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 24/5).


"Kalau saya melihat ada perbedaan antara efek krisis politik pada PKS dan pada Demokrat. Karena PKS kental dengan nuansa sebagai partai kader, krisis ini justru dianggap sebagai serangan terhadap eksistensi kader secara personal. Sehingga justru kader PKS terlihat menyatu," jelasnya.

Kesolidan itu pula yang membuat PKS berhasil memenangkap pemilihan gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara. Padahal, kasus suap impor daging sapi meledak pada Januari sementara kedua pilgub tersebut digelar masing-masing Februari dan Maret.

"Kalau perilaku solid diperlihatkan terus oleh PKS, bisa jadi mereka akan bertahan elektabilitasnya," jelas akademisi dari Universitas Indonesia ini.

Hal ini terlihat dari hasil Media Survei Nasional (Median) yang dirilis belum Jumat pekan lalu. Elektabilitas PKS tetap tertahan.

"Sebenarnya karena margin of error, bisa dikatakan urutan 1 dan dua diperebutkan oleh Golkar dan PDIP. Nomor 3 diperebutkan oleh PKS, Demokrat dan Gerindra," sambung sambung Direktur Eksekutif ini.

Hasil survei Median menunjukkan Golkar berada di urutan pertama dengan 17,1 persen, Kedua PDIP (16,7 persen), PKS peringkat ketiga dengan (7,2 persen), diikuti Partai Demokrat (7,1 persen), Partai Gerindra (6,5 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (5,6 persen), Partai Persatuan Pembangunan (5,2 persen), Partai NasDem (3,7 persen), Partai Amanat Nasional (3,5 persen), Partai Hanura (1,3 persen), Partai Bulan Bintang (0,6 persen) dan PKPI (0,1 persen).

"Bisa juga ini menurut saya karena swing voter di PKS sedikit, lebih banyak pemilih loyalnya. Itulah kenapa suaranya relatif stabil, walau tidak naik," ungkapnya.

Pada Pemilu 2009 lalu, hanya PKS dan Partai Demokrat yang mengalami kenaikan jumlah prosentase suara dibanding Pemilu 2004. Meski peningkatan suara PKS tidak sesignifikan Partai Demokrat. Saat itu, PKS meraup suara 7,8 persen (berada di urutan empat); sedangkan Demokrat 20,85 persen, menjadi pemenang Pemilu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya