Berita

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo

Olahraga

Nyali Rossi & Lorenzo Ciut, Bos Yamaha Meradang

MOTOGP
JUMAT, 24 MEI 2013 | 09:39 WIB

Kegagalan duo pebalap Yamaha Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di seri Le Mans Prancis pada akhir pekan lalu membuat petinggi pabrikan berlambang garputala itu meradang.

Gaya balap kedua ridernya itu mulai terbaca lawan dan mentalnya menciut hingga akhirnya mampu dipecundangi pebalap Honda.

Direktur Yamaha Yamaha Factory Racing (YFR) Massimo Meregalli mengatakan, di lap-lap awal, ia sempat bangga dengan penampilan Rossi yang melejit ke barisan depan meski start dari posisi delapan. Namun kebanggannya itu perlahan kandas seiring posisi Rossi yang terus merosot dan membiarkan dua pebalap Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez yang tak punya prestasi di Le Mans bisa memimpin di lini depan.


“Balapan basah di Le Mans sangat sulit. Keberanian Lorenzo  banyak menurun setiap masuk tikungan. Dia tidak percaya diri dengan motornya, dan merasa tidak aman untuk adu cepat. Tim akan berkonsentrasi mencari masalahnya. Makanya kami tidak bisa memberikan jawaban sekarang,” jelas Massimo Meregalli dikutip situs resmi YFR, kemairn.

Sementara posisi Valentino  Rossi untuk mengimbangi pebalap Ducati di depannya saja dia kesulitan. Dia memaksa dengan menyalip dengan kecepatan motor kurang nyaman di lintasan basah. Akibatnya, ia tergelincir. “Intinya akan kami periksa data pada kedua M1 untuk perbaikan ke depan,” tambah Meregalli yang meringis usai hasil di Le Mans ini.

Jorge Lorenzo bisa tantang Honda di sesi-sesi free practice dan qualifying, bukan karena motornya sama kencang, melainkan skill Lorenzo untuk balapan sendiri-sendiri masih bisa diatasi Pedrosa dan Marquez.

Seperti diketahui, sepanjang balapan Lorenzo mengalami kesulitan dan sempat tersalip Marquez. Pebalap Spanyol itupun mengaku, performa RC213V jauh lebih baik ketimbang YZR-M1. Ia juga memuji Marquez yang finis ketiga setelah sempat melorot ke posisi delapan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya