Berita

imron cotan/ist

JIAYOU INDONESIA 2013

Imron Cotan: Dalam 20-30 Tahun Batubara Indonesia Kehilangan Nilai Strategis

JUMAT, 24 MEI 2013 | 10:26 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

. Batubara dari Indonesia yang kini menjadi salah satu sumber energi di Republik Rakyat Tiongkok akan kehilangan nilai strategis dalam 20 hingga 30 tahun yang akan datang.

Menurut Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Imron Cotan, saat ini sekitar 30 persen batubara yang digunakan Tiongkok berasal dari Indonesia. Sementara dalam penataan program pembangunan tahun 2012 lalu pemerintah Tiongkok mengubah strategi pembangunan dengan memberikan penekanan pada praktik pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).

Pemerintah Tiongkok telah menganggarkan dana yang begitu besar untuk penelitian dan pengembangan (research and development) sumber energi terbarukan. Diperkirakan dalam waktu antara 20 hingga 30 tahun yang akan datang, atau mungkin lebih cepat lagi, Tiongkok akan menemukan sumber daya energi terbarukan itu.


Dan ketika energi terbarukan tersebut terjadi, maka industrialisasi negara yang kini dipimpin Xi Jinping itu, yang selama ini dikritik tidak ramah bahkan merusak lingkungan, tidak lagi membutuhkan sumber energi dari fosil termasuk batubara.

Saat ini negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu, sekitar 1,3 miliar jiwa, telah dikenal sebagai negara dengan kemampuan teknologi energi solar terbesar di dunia.

"Pemerintah Tiongkok sangat serius pada konsep ekonomi rendah emisi. Dana R and D yang mereka siapkan itu setara dengan tiga kali cadangan devisa Indonesia," ujar Imron Cotan ketika berbicara di depan peserta Jiayou Indonesia 2013 yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok, di Kedubes RI di Tiongkok di Beijing (Jumat, 25/5).

Imron mengajak mahasiswa peserta Jiayou Indonesia 2013 untuk memberikan perhatian serius pada penemuan sumber energi terbarukan.

Bila di masa depan Indonesia masih mengandalkan sumber energi tidak terbarukan, maka aspek lingkungan akan terabaikan. Itulah sebabnya, sebut Imron Cotan lagi, saat ini Indonesia menjadi salah satu pelopor gerakan blue economy. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya