Berita

darin mumtazah

KPAI: KPK Tak Perlu Perlakukan Khusus Darin Mumtazah

JUMAT, 24 MEI 2013 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Darin Mumtazah tidak perlu mendapat perlakuan khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saksi kasus pencucian uang untuk tersangka mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu sudah dewasa. Karena itu harus diperlakukan sama dengan saksi lainnya. Darin sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan lembaga anti rasuah tersebut.

Informasi yang diterima Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak Indonesia (Satgas PA), Darin Mumtazah sudah berusia 18 tahun.


"Kabarnya umurnya sudah 18 tahun ya. UU Perlindungan Anak menyebutkan anak-anak itu sebelum 18 tahun," jelas Ihsan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 24/5).

"Kalau benar sudah 18 berarti, dia (Darin) bisa dimintain keterangan secara hukum karena sudah bisa bertanggung jawab terhadap dirinya," sambung komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini.

Kemarin, pemerhati anak, Seto Mulyadi saat diminta tanggapan, memang masih bertanya berapa umur Darin sebenarnya.

Tapi, yang jelas, esuai UU perlindungan anak, anak yang berkonflik dengan hukum harus dihadapi berbeda dengan orang dewasa dan perlu adanya mediator sehingga cara-caranya tidak bernuansa kekerasan.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menyarankan agar KPK berkoordinasi dengan lembaga pemerhati masalah anak seperti Komnas Perlindungan Anak atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau Komnas Anak dalam upaya pemeriksaan Darin Mumtazah.

Menurutnya, tidak perlu melayangkan panggilan paksa terhadap Darin. KPK malah sebaiknya menggelar pemeriksaan di luar kantor.  "Jadi sebaiknya tidak dengan paksaan. Lebih baik di rumah. Tidak semua anak siap untuk menghadapi masalah-masalah dengan hukum dan itu yang sering disebut dengan anak yang berkonflik dengan hukum," imbuhnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya