Berita

bibit waluyo/ist

Bibit Waluyo Kembali Dilaporkan ke KPK

KAMIS, 23 MEI 2013 | 14:36 WIB | LAPORAN:

. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, kembali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/5). Dia diadukan oleh Barisan Masyarakat Mahasiswa Indonesia (BM Indonesia) karena diduga melakukan penyimpangan kewenangan dalam anggaran Rp 5,5 trilliun tahun 2011.

Presiden BM Indonesia, Kholid menerangkan bahwa berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah propinsi Jawa Tengah tahun 2011 ditemukan adanya ketidakpatuhan yang diduga dilakukan oleh Bibit Waluyo.

Ketidakpatuhan itu, lanjut dia, diduga adalah bagian dari perbuatan melawan hukum berbentuk penyimpangan kewenangan dan melanggar asas kepatuhan penyelenggaraan pemerintahan.


"Hal itu tentu saja merugikan keuangan negara yang bisa memperkaya diri sendiri dan orang lain," terang Kholid di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Kamis, 23/5).

Kholid datang bersama sejumlah rekannya dengan membawa satu bundel berkas audit BPK RI tahun 2012. Di data itu, salah satunya jelas membeberkan bahwa ada Sisa dana bantuan DPPID (Dahulu dinas pendapatan daerah) sebesar Rp 131.581.000 belum disetorkan ke kas negara.

"Di data ini juga dituliskan bahwa penganggaran belanja barang dan jasa pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral tidak sesuai kontrak," terang dia.

Dia melanjutkan, berdasarkan temuan BPK itu ada juga pengelolaan PAD yang tidak sesuai ketentuan mengakibatkan penerimaan Retribusi pemakaian kekayaan daerah yang tidak sesuai Perda sebesar Rp 131.567.500 (Dinas pendidikan).

Untuk penerimaan retribusi pemakaian kekayaan daerah belum diatur dalam Perda sebesar Rp 38.475.567.854 terdiri dari Rp 121.622.654 pada Dinas Pendidikan ditambah Rp 18.560.000 pada Diskominfo serta Rp 38.335.385.200 pada Sekretariat Daerah tidak ada dasar pemungutannya.

"Keseluruhan itu menurut BPK beresiko terjadinya penyimpangan," demikian Kholid.

Sebelumnya diberitakan, Jumat pekan lalu BM Indonesia mendatangi KPK melaporkan dugaan korupsi Gubernur Bibit terkait anggaran Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2011 sebesar Rp 26,8 milliar ke KPK. Korupsi dilakukan dengan modus memasulkan data penerima bansos. [ysa]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya