Berita

Jangan Sampai Program KJS Jokowi Jadi Kisruh Jakarta Sehat

KAMIS, 23 MEI 2013 | 07:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat masa kampanye disambut baik. Apalagi, saat ini sudah mulai dilaksanakan.

"Kita memang sangat mengapresiasi program DKI ini dan harus ikut menyukseskannya," ujar Rommy, pendiri Civismo Foundation, lembaga yang bergerak dibidang pendidikan bagi anak anak yang tidak mampu, (Kamis, 23/5).

Meski begitu, penolakan sebagian rumah sakit atas program KJS dapat dimaklumi. Sebagai sebuah program baru, sangat biasa mendapatkan resisten.


Meskipun sebenarnya hal dapat diantisipasi terutama oleh Pemda DKI. Kalau, Pemda DKI Jakarta memahami realita bahwa ada banyak kepentingan dalam program ini.

Pertama, kepentingan negara sebagai regulator untuk menjamin kesehatan warga kurang mampu yang harus ditanggung oleh program ini.

Kedua, kepentingan RS Swasta yang tentu saja tidak boleh merugi ketika diwajibkan untuk mendukung kelangsungan pembangunan infrastruktur kesehatan di Jakarta. Dan, ketiga kepentingan masyarakat sebagai penikmat program populis ini.

"Dengan demikian, fakta bahwa program ini masih bersoal, maka kata kuncinya adalah evaluasi terhadap seluruh aspek terkait program ini, baik terkait sistem, mekanisme, standar teknis pelayanan dan lain-lain," ungkap mantan aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah (saat ini bernama Ikatan Pelajar Muhammadiyah) ini.

Artinya, sambung master jebolan Faculty of Arts University of Western Australia (UWA) ini, seluruh pihak terkait harus paham apa dan bagaimana program ini dijalankan. Jangan sampai apa yang bagus dalam konsep, tidak berjalan dalam praktiknya di lapangan.

Makanya, Rommy, yang juga calon DPD RI dari DKI Jakarta ini, mengingatkan lagi, program KJS harus terus jalan dan tidak boleh melembaga jadi program “Kisruh Jakarta Sehat". Karena ini merupakan bentuk tanggung jawab negara, dalam hal ini Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam menjamin hak dan kebutuhan dasar warganya di bidang kesehatan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya