Berita

Gita Wirjawan

Gita Wirjawan Diuntungkan dari Masyarakat Pragmatis dan Mabuk Citra

RABU, 22 MEI 2013 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrat dan Presiden SBY memang belum secara terbuka mengungkapkan akan mendukung Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Tapi, gosip bahwa Gita akan didorong, entah sebagai calon presiden atau wakil presiden, sangat kuat. Karena, seperti disampaikan pengamat politik senior AS Hikam, (Rabu, 22/5), Gita mengantongi sejumlah kriteria yang 'pas.'

"Muda, intelek, ganteng, kaya, dan disukai Amerika serta korporasi dunia, adalah ciri GW yang dianggap pendukungnya akan 'menjual' pada Pilpres 2014," ungkap Hikam.


Apalagi jika akhirnya Partai Demokrat dan SBY berada di belakangnya, dukungan politis dan opini nasional akan mudah didapat untuk mendongkrak elektabilitas Gita yang sampai hari ini boleh dikatakan masih "sayup-sayup terdengar" di basis massa.

Karena, diakui Hikam, kiprah Gita sebagai Menperdag belum membuat namanya  dikenal akrab oleh rakyat, kecuali di kalangan pro-pasar dan pro kapital. "Ini tentu karena memang background GW adalah dari dunia bisnis internasional," jelas Hikam.

Karena itukah, dalam hemat Hikam, Problem yang dihadapi Gita adalah harus mendongkrak elektabilitasnya di kalangan pemilih tradisional dan  nasionalis di lapis bawah.

"Ia harus menyulap citranya sebagai 'orang di atas' dan 'asing' menjadi  tokoh yang dikenal di setiap rumah tangga. Bisakah GW melejit secepat Pak SBY pada 2004? Mungkin tidak. Tetapi dalam kondisi pemilih Indonesia yang mudah dibujuk citra dan gizi, juga tak terlalu sulit," demikian Menristek era pemerintahan Gus Dur ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya