Berita

Jokowi Betul-betul Semakin Diragukan Atasi Persoalan Jakarta

RABU, 22 MEI 2013 | 08:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Warga Jakarta sangat menyambut antusiasi dalam menghadiri pelantikan Gubernur DKI, Joko Widodo dan Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 15 Oktober 2012 lalu.

Tapi sayang, pelantikan yang diperkirakan dihadiri dua ribu undangan itu ternyata belum memberi dampak yang signifikan terhadap nasib anak jalanan.

Pasalnya, sampai saat ini masih banyak anak yang berkeliaran di jalanan, mulai dari bayi yang digendong siang malam bahkan dini hari, anak yang mengemis dan mengamen di jalanan.


Sementara UUD 1945 menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.  Karena itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak M. Ihsan pagi ini (Rabu, 22/5) mempertanyakan dimana negara saat anak-anak tersebut mengalami eksploitasi, kekerasan, pelecehan seksual, polusi, lingkungan sosial yang sangat berbahaya di jalanan.

"Harapan masyarakat yang selama ini sangat tinggi terhadap Jokowi mulai meragukan setelah mengamati lebih 7 bulan tapi belum mampu menyelesaikan permasalahan anak jalanan di Jakarta," jelas Ihsan, yang juga komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini.

Pembiaran anak di jalanan sama halnya dengan menanam benih kriminal, masyarakat yang akan menuai dampaknya sementara Pemda DKI tidak akan mampu mengatasi masalah kriminal tersebut karena tidak berusaha mencegah dari awal termasuk maraknya geng motor merupakan bentuk pembiaran oleh pemerintah.

"Satgas PA sudah meluncurkan program bebas dari jalan, sampai saat ini belum ada respon dan dukungan kongkrit dari Pemda DKI Jakarta yang punya tanggung jawab penuh terhadap anak jalanan di Jakarta," kesal Ihsan.

Karena itu, Ihsan mendesak Gubernur DKI Jakarta dengan seluruh jajaran harus segera melakukan pendampingan dan mencari solusi yang tepat sehingga tidak satu orang anak jalanan pun di Jakarta. Masyarakat juga diminta segera menilai progres Jokowi selama menjadi Gubernur sehingga dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya