Berita

hatta rajasa

Hatta Rajasa: Indonesia Punya Modal Kelas Menengah untuk Terus Kembangkan Perekonomian

RABU, 22 MEI 2013 | 06:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setelah reformasi, Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen meskipun krisis melanda dunia.

Tidak hanya itu, perkembangan ekonomi juga telah menghasilkan masyarakat kelas menengah yang mencapai 55 juta. Semua itu menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar di kawasan Asean.

"Itulah modal kita untuk terus mengembangkan perekonomian dan mengurangi kesenjangan,” ujar Menko Perekonomian, Hatta Rajasa kemarin, Selasa (21/5).


Optimisme Hatta memang beralasan. Bank Dunia sendiri menegaskan bahwa keberadaan kelas menengah di Indonesia itu akan sangat diperhitungkan ke depan. Berdasarkan data yang dirilis lembaga tersebut, jumlah kelas menengah di Indonesia telah mencapai sekitar 135 juta orang.

Hatta sendiri dalam sebuah kesempatan pernah menyatakan, peran kelas menengah telah menjadi salah satu pemutar roda perekonomian, dengan konsumsi yang menyumbang 70% pertumbuhan ekonomi.  Satu hal yang masih harus dibenahi, selama ini peran kelas menengah masih dominan sebagai konsumen.

“Tentunya, ke depan kita berharap kelas menengah kita lebih produktif dan bisa menjadi agen perubahan yang nyata menyongsong 2025,” ujar Ketua Umum DPP PAN ini.

Dengan peran tersebut, menurut Hatta,  kelas menengah pun akan meluas menjadi produsen dan turut memperbanyak lapangan kerja yang hingga kini masih menjadi masalah bangsa.

“Kita berharap kelas menengah akan jadi motor penggerak pembangunan, yang mendorong  pengurangan kemiskinan. Jangan jadi kelas menengah yang manja, yang hanya mengandalkan subsidi dan proteksi," kata Hatta, saat membahas topik yang sama, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya, Prof Ahmad Erani Yustika, menegaskan besarnya peran Hatta dalam pertumbuhan kelas menengah di Indonesia. “Peran Pak Hatta sebagai  koordinator portofolio ekonomi Indonesia dalam menumbuhkan kelas menengah ini besar sekali. Baik buruknya perekonomian, peran dia besar,”kata Erani. 

Sayangnya, menurut ekonom yang mendapatkan gelar guru besar di usia relatif muda itu, kelas menengah kita masih dibesarkan perhatian penuh pemerintah di sektor industri dan jasa. Selain itu, kelas menengah kita pun kurang memiliki kesadaran bahwa mobilitas vertikal yang mereka capai itu dibangun atas biaya rakyat. Misalnya, subsidi pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, mereka juga tumbuh karena barang produksi mereka dibeli rakyat.

“Saya melihat, mereka masih abai terhadap agenda yang mestinya turut diperjuangkan, yakni kesejahteraan rakyat,” kata Erani. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya