Pemerintah dikabarkan kembali akan memboyong ketua-ketua organisasi kepemudaan dan mahasiswa ke China dalam waktu dekat ini.
Informasi yang diperoleh, program ini dilaksanakan untuk meredam gejolak atau unjuk rasa dari mahasiswa jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seperti tahun lalu.
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo saat hendak dikonfirmasi kabar tersebut, tidak mengangkat sambungan telepon. Pesan singkat yang dikirimkan juga belum dibalas.
Tahun lalu, tepatnya pada 20-25 Maret bulan ini, Presiden SBY melakukan lawatan ke China. Turut dalam lawatan itu sebanyak 100 mahasiswa dan pemuda. Saat itu juga berdekatan dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Meski saat itu, pemerintah beralasan, seperti dikatakan, Alfitra Salam, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, kunjungan pemuda itu atas undangan pemerintah China dan sudah direncanakan sejak 2011 lalu.
"Seluruh biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi delegasi pemuda selama berada di China di tanggung pihak pemerintah China, termasuk 50 tiket pesawat Indonesia-China pergi-pulang. Karena jumlah delegasi 100, maka kita hanya menanggung 50 tiket sisanya, selebihnya ditanggung pemerintah China. Kesempatan ini tentu saja tidak kita sia-siakan," ungkapnya.
[zul]