Berita

m. nuh

Laporan Kasus Korupsi Didiamkan, Ada Apa dengan Menteri Nuh?

SENIN, 20 MEI 2013 | 11:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Muh diminta untuk menindaklanjuti rekomedasi Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Irjen Kemendikbud) yang dipimpin Haryono Umar.

"Seharusnya Menteri mengikuti rekomendasi Irjen Pak Haryono Umar. Karena memang tugas irjen hanya sampai pada investigasi. Kalau sudah sampai pidana, harus diserahkan ke KPK," ujar Koordinator  Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 20/5).

Irjen Kemendikbud Haryono Umar mengancam akan mengundurkan diri karena banyak rokemendasi yang tak ditindaklanjuti Menteri Nuh. Salah satunya rekomendasi melaporkan dugaan korupsi APBN-P 2012 Dirjen Kebudayaan senilai Rp 700 miliar dalam penentuan penentuan EO (event organizer) sebagai pemenang tender even-even kebudayaan.


Selain itu, juga merekomendasikan pemecatan terhadap pihak terkait. Tapi dilaksanakan Menteri. "Sekarang kita minta Pak Menteri untuk menunjukkan political will melakukan pemberantasan korupsi di Kementerian Pendidikan," ungkap Uchok.

Uchok menegaskan, dari dulu sampai sekarang, banyak anggaran di Kementerian yang saat ini dipimpin M. Nuh tersebut yang dikorup. Apalagi yang saat ini disorot terjadi di Direktorat Jenderal Kebudayaan, yang masih baru karena sebelumnya berada di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.

"Ini Ditjen Kebudayaan, kan baru muncul, baru  beberapa tahun. Tapi sudah banyak korupsi apalagi  ditjen lain. Pak Menteri harus membersihkannya," tegasnya.

Tapi saat ini rekomendasi tersebut belum ditindaklanjuti, bagaimana itu?

"Makanya kalau belum ditindaklanjuti, banyak publik mempertanyakan tekad pemberantasan korupsi dari Pak Pak Menteri. Ada apa dengan Pak Menteri. Ini masalah kasus korupsi kok belum ditindaklanjuti," tanyanya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya