Berita

ilustrasi

Olahraga

Harlan Ditelikung Rider Jepang

FIM Asian Road Racing
SENIN, 20 MEI 2013 | 09:25 WIB

Rider Indonesia, Harlan Fadhilah dari tim Pertamina Enduro Nissin R9 Cargloss terpaksa harus puas berada di peringkat ketiga pada balapan Round 2 Petronas Asia Road Racing Championship 2013 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, International, Circuit, Bogor, kemarin. Seharusnya, menurut pengakuannya dia harusnya berada di urutan kedua.

Pada balapan itu, memasuki race kedua di putaran kesembilan terjadi insiden tabrakan yang melibatkan pembalap asal Jepang, Kazuki Masaki (Harian Metro Y-TEQ SCK Honda Racing). Balapan itu kemudian dihentikan dan Kazuki Masaki yang tidak sempat finish diumumkan menempati peringkat kedua diatas pembalap Indonesia itu.

“Saat itu aku sedang menempel Norizman Ismail yang menjadi juara. Di tikungan keempat saya sempat memacu motor saya dengan kencang. Namun, ketika setelah melewati garis finish saya melihat bendera merah dan finish dikibarkan. Ternyata, balapan dihentikan karena ada kecelakaan,” tandas dia usai lomba.


Menurut dia, seharusnya, pimpinan perlombaan mendiskualifikasi pembalap asal Jepang itu karena tidak masuk finis. Pasalnya, Masaki secara tidak sportif menelikungnya hingga kecelakaan. “Kok tiba-tiba yang diumumkan peringkat kedua adalah Kazuki Masaki yang notabene tidak masuk finish. Sedangkan saya  harus berada diperingkat ketiga. Kegagalan saya meraih gelar juara pada balapan kali ini digagalkan karena adanya insiden kecelakaan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Senada juga dikemukakan oleh Manajer Tim Pertamina Enduro Nissin R9 Cargloss, Helmi Sungkar. Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum membaca regulasi yang ada di balapan Roadrace terakbar di Asia itu. Namun, Helmi Sungkar yang juga promotor balapan road race di Indonesia itu merasa aneh dengan kejadian itu. “Ini baru pertama kali saya alami, seorang pembalap yang mengalami kecelakaan dan tidak masuk finish berada diperingkat kedua. Bagi saya ini adalah hal yang sangat janggal,” tutur Helmi Sungkar.

Sementara itu, harapan pembalap Indonesia yang tampil di kelas 600 cc supersport, Muhammad Fadly  untuk meraih podium terhormat juga kandas.

Fadly pembalap yangtergabung dalam Manual-Tech KYT kawasaki Racing itu harus puas berada diperingkat ketiga dengan catatan waktu, 1 jam 30 menit 75 detik. Peringkat pertama diraih pembalap asal Malaysia, Md Zamri Baba (Petronas Hong Leong Yamaha) dengan waktu, 1 jam 30 menit 64 detik.

Sementara peringkat kedua juga diraih pembalap Malaysia, Azian Shah Kamaruzaman dengan catatan waktu,  1 jam 30 menit 71 detik. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya