Berita

Olahraga

Taufik: Pelajar Tawuran Jangan Langsung Salahkan Sekolah

SABTU, 18 MEI 2013 | 15:10 WIB | LAPORAN:

JakartaBagusCom.Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto meminta agar masyarakat dapat menilai kasus tawuran antar pelajar yang terjadi di Cengkareng pada Kamis, 16 Mei 2013 lalu secara objektif.

"Masyarakat harus menilai secara objektif. Jangan langsung menyalahkan pihak sekolah. Kejadiannya juga setelah jam pulang sekolah kan. Harus diselidiki dengan seksama. Bila memang sekolah lalai dalam menjalankan tugas maka akan diberi sangsi. Tapi dipelajari terlebih dahulu," ujar Taufik kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (18/5).

Namun, Taufik mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku penusukan dengan memberi sangsi sesuai aturan yang berlaku. Dia meminta agar pihak kepolisian segera mengusut kasus ini sampai tuntas.


Tidak hanya itu, Taufik juga meminta agar orang tua ikut berperan serta dalam proses tersebut. "Untuk orangtua saya juga minta agar mengajari anak-anaknya mengenai budi pekerti. Ini bukan hanya tugas sekolah saja. Orang tua harus turut serta di dalamnya. Jangan sampai nanti ketika sekolah memutuskan untuk mengeluarkan si anak baru kemudian ditahan-tahan dengan alasan masih sekolah. peraturan tetaplah peraturan," katanya.

Untuk diketahui, Wahyu Kurniadi (19), pelajar kelas dua SMK Negeri 35  terkena sabetan celurit di bagian punggung sebelah kirinya saat terjadi tawuran dengan pelajar SMK 53 atau Satoe DKI di Jalan Daan Mogot Pasari, Jakarta Barat. Panjang luka menganga sekitar 15-20 cm. Korban yang mengalami pendarahan serius tersebut sempat menjalani perawatan intensif selama satu jam di RSUD Cengkareng namun tidak terselamatkan.

Kejadian bermula saat sekelompok siswa SMKN 35 di dalam Metromini melintas di Pasar Daan Mogot. Mereka kemudian dihadang oleh siswa SMK 53 dan tawuran pun pecah.[trg}

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya