Berita

saleh p. daulay

Sekali Lagi, Densus 88 Harus Tangkap Hidup Terduga Teroris

SABTU, 18 MEI 2013 | 06:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepolisian Republik Indonesia diminta mengungkap semua identitas tersangka pelaku teroris, baik yang tertangkap maupun tertembak mati. Pasalnya, penangkapan besar-besaran yang dilakukan belakangan ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Karena itu, Polri perlu membuktikan secara jelas keterlibatan semua yang ditangkap dan ditembak itu dalam kegiatan terorisme.

"Sejauh ini, ternyata tidak semua yang ditangkap adalah terduga teroris. Buktinya, ada yang ditangkap lalu dipulangkan pihak Kepolisian pada keluarganya. Misalnya, kasus penangkapan di Surakarta," jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 18/5).

Penangkapan dan penembakan yang dilakukan Tim Densus 88 perlu dipantau agar tidak salah sasaran. Selain menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan, operasi gencar yang dilakukan belakangan ini dapat saja menimbulkan saling curiga di tengah masyarakat. Makanya, Polri perlu mengungkap status dan keterlibatan para terduga teroris itu ke publik.


Selain itu, Densus 88 diminta juga agar mendahulukan operasi penangkapan daripada penembakan. Bagaimanapun juga, penembakan yang menyebabkan tewasnya para terduga akan meninggalkan luka yang mendalam bagi pihak keluarga. Selama tidak membahayakan, Densus 88 harus mengedepankan operasi penangkapan.

"Para terduga teroris itu rata-rata masih berusia muda. Jika mereka ditangkap, besar kemungkinan mereka masih bisa dibina. Kalau mereka bisa direkrut dan dibujuk, mereka juga potensial untuk dikembalikan menjadi orang baik".

Menurut Saleh, jika densus 88 mengutamakan penangkapan, diharapkan para terduga teroris itu dapat membongkar jaringan lain yang tersisa. Kalau mereka sudah dibina, mereka juga bisa membina dan mengembalikan rekan-rekan mereka yang lain ke jalan yang benar. Namaun kalau ditembak, banyak jejak yang kabur dan menyisakan teka-teki di sana-sini.

Dalam hemat Saleh, belakangan ini Densus 88 kelihatan seperti angkot atau angkutan kota. Ada target tertentu yang dikejar. Semakin banyak yang tertembak, sepertinya semakin bagus. Itulah sebabnya densus 88 mengundang media ketika melakukan penyergapan. "Aksi Densus 88 itu dianggap sempurna jika ada media yang meliput. Ini tidak benar dan harus dikritisi dan dievaluasi," tegas Saleh.

Makanya, Saleh mengingatkan, Densus 88 tidak tergiur dan terlena dengan pujian yang datang dari luar. Sebab, aparat kepolisian dan densus 88 itu bekerja untuk rakyat Indonesia. Karena mereka yang diduga teroris juga adalah WNI, penanganannya harus mengedepankan cara-cara manusiawi. "Mereka adalah anak bangsa seperti halnya seluruh prajurit densus 88. Jika dibina dengan baik, mereka juga masih potensial bisa memberikan kontribusinya bagi pembangunan bangsa dan negara," demikian Saleh. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya