Berita

BASUKI T PURNAMA/IST

Olahraga

Ahok Beberkan Tuan Tanah Kaya di Waduk Pluit

JUMAT, 17 MEI 2013 | 20:22 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menuduh polemik Waduk Pluit hanya untuk kepentingan segelintir orang saja, termasuk para pengusaha yang memiliki bisnis di sekitar itu.

"Ada beberapa orang yang melarang warga pindah, memanfaatkan orang miskin. Pengusaha yang menduduki tanah, seperti pak Tedi yang ambil dua hektar dan pak Budi 6 ribu meter misalnya. Itu semua kita punya data. Itu Komnas HAM lakukan apa?," kata Ahok Di Balaikota, Jakarta (17/5).

Ahok pun menekankan, sekalipun warga Waduk Pluit sudah mendiami selama 18-20 tahun tapi tetap tidak boleh mengklaim area itu sebagai lahan mereka. Pemprov DKI saat ini tengah mempersiapkan rumah bagi 40 ribu orang yang bekerja di pelabuhan Nizam Zaman. Menurutnya, selama ini para pekerja tersebut sebagian besar tinggal di Waduk Pluit yang rentan banjir.


Ia menjelaskan, pelabuhan Nizam Zaman merupakan pelabuhan yang penting di Jakarta. Perputaran uang mencapai angka Rp 30 miliar per hari di pelabuhan tersebut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan aktivitas pelabuhaan yang menampung 60 persen ekspor ikan di Indonesia ini maka Pemprov harus menambah lebar jalan untuk mempermudah akese ke pelabuhan ini. Artinya, warga harus direlokasi.

Bila tindakan Pemprov tadi masih dianggap melanggar hak asasi, lanjutnya, maka Komnas HAM tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.[wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya