Berita

McLaren

Olahraga

Honda Bakal Pasok Mesin McLaren

JUMAT, 17 MEI 2013 | 08:15 WIB

Pabrikan Honda bakal memasok mesin bagi McLaren. Prinsipal tim McLaren, Martin Whitmarsh mengkonfirmasi bahwa mereka akan memakai mesin Honda mulai tahun 2015.

Honda dipastikan kembali ke arena balap “Jet Darat” setelah sempat mundur pada akhir musim 2008. Kemunduran tersebut disebabkan krisis finansial global.
“Itu merupakan kabar fantastis bagi semua penggemar Formula One. Bersama Honda, kami akan memulai babak baru dalam sejarah McLaren,” ucap Whitmarsh seperti dilansir ESPN F1, kemarin.

“Kami berkomitmen meraih kesuksesan dalam kerja sama ini dan siap berkompetisi menatap Grand Prix pertama kami di tahun 2015,” katanya.

“Kami berkomitmen meraih kesuksesan dalam kerja sama ini dan siap berkompetisi menatap Grand Prix pertama kami di tahun 2015,” katanya.

Sepanjang sejarah tim McLaren di F1, mereka pernah lima musim menggandeng Honda, mulai dari tahun 1988 hingga 1992. Kala itu, McLaren berhasil menjadi juara dunia empat kali.

Pebalap mereka, Ayrton Senna meraih hat-trick juara sejak tahun 1989. Sementara Alain Prost, menyabet juara dunia pada tahun 1988. Perlu diketahui, Honda pertama kali terjun ke F1 sebagai tim pada 1964 hingga 1968, mereka hanya mampu memenangi dua balapan.

Honda berubah menjadi pemasok mesin untuk tim lain seperti McLaren, Williams dan Lotus dalam selang 1983 sampai 1992. Dalam kurun itu, Honda berhasil meraih 69 kemenangan, termasuk jadi juara dunia enam kali bersama Williams (1986, 1987) dan McLaren (1988, 1989, 1990, 1991).

Tim Honda mundur dari F1 di tahun 2008 karena tak mampu menopang krisis ekonomi yang membuat Jepang menstop ekspor mobil ke Amerika dan beberapa negara Eropa. Selanjutnya, mereka menjual timnya ke Ross Brawn di musim selanjutnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya