Berita

chelsea

Olahraga

Kado Perpisahan Rafa

Gebuk Benfica 2-1, Chelsea Juara Liga Europa
JUMAT, 17 MEI 2013 | 08:06 WIB

Chelsea berhasil memastikan gelar juara Liga Europa setelah mengalahkan Benfica 2-1 (0-0) dalam laga final Liga Europa di Amsterdam Arena, Belanda, dini hari kemarin WIB. Persembahan indah Rafael Benitez sebagai manajer yang bakal hengkang dari Chelsea.

Dua gol Chelsea dihasilkan Fernando Torres menit 59 dan Branislav Ivanovic di masa injury time. Benfica sempat menyamakan skor lewat penalti Oscar Cardozo menit 68.

Sukses itu tak lepas dari perhatian para suporter klub. Dengan fair, para pendukung ‘Si Biru’ memberi tepuk tangan sambil berdiri untuk Benitez dan para pemain Chelsea yang melakukanparade kemenangan di atas lapangan.


Terkait hasil laga dan apresiasi dari para fans, menurut Rafa harus ada suatu pembuktian terlebih dahulu sebelum mengharapkan apresiasi dari orang lain.
Selain itu, dia menilai asuhnya telah menunjukan komitmen yang kuat di masa-masa transisi klub saat ini.

“Ini adalah sebuah tim yang sedang dalam transisi dengan para pemain muda jadi cukup sulit di awal. Saya cukup puas ketika mereka memiliki seorang manajer yang mereka tahu akan pergi di akhir musim, mereka tetap memperlihatkan komitmen. Kami sudah mencetak 145 gol dan itu adalah rekor di klub. Anda mesti menang sebelum orang mengapresiasi pekerjaan yang Anda lakukan,” kata Rafa.

Sekadar catatan, datang ke Stamford Bridge bulan November lalu dengan predikat sebagai mantan manajer Liverpool, sejumlah suporter Chelsea langsung memberikan reaksi negatif atas Rafa. Buruknya hubungan antara Rafa dengan suporter Chelsea di masa lalu menjadi alasannya.

Tekanan dari suporter itu bahkan membuat Benitez berjanji akan pergi akhir musim nanti, alias tidak akan berusaha mendapatkan kontrak sebagai manajer permanen. Alhasil, Benitez berhasil menuntaskan musim ini justru dengan trofi, menjadi pembuktian kemampuan dirinya kepada fans dan pihak-pihak lain yang sudah meragukan kemampuannya.

Sedangkan di kubu lawan, meski menelan kekalahan pelatih Benfica, Jorge Jesus mengaku tetap bangga dengan tim besutannya. Penilaiannya, Benfica sudah tampil sangat baik, lebih baik daripada Chelsea, karena Benfica tampil lebih dominan dan lebih banyak membuat peluang.

“Saya bangga ketika Johan Cruyff memeluk saya di akhir pertandingan dan bilang kepada saya bahwa Benfica adalah tim sebenarnya, memainkan sepakbola dengan gaya yang dia sukai. Para pemain merasa tidak pantas kalah. Di akhir pertandingan mereka merasa ditembak mati,” ungkapnya di situs UEFA. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya