Berita

WAHYU KURNIADI (BAJU MERAH)/CAMP JAVA

Olahraga

Alumni SMKN 35 Prihatin Adik Kelas Tewas Dibacok

KAMIS, 16 MEI 2013 | 17:27 WIB | LAPORAN:

Tawuran antarpelajar di wilayah Jakarta kembali pecah. Tawuran kali ini melibatkan pelajar SMK Negeri 35 dengan pelajar STM 1 DKI, Jakarta Barat pada Rabu (15/5) sore di kawasan Jalan Sahabat, Daan Mogot, Cengkareng.

Nahas, dalam insiden tersebut seorang pelajar dari SMKN 35, Wahyu Kurniadi tewas setelah terkena sabetan celurit pada bagian tubuhnya. Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Cengkareng. Namun karena mengalami pendarahan cukup serius akhirnya nyawa pelajar kelas dua itu tidak tertolong. Kabar duka ini sontan membuat prihatin kalangan alumninya.

Ungkapan duka cita terus mengalir dari kalangan alumni SMKN 35 melalui komunitas jejaring facebook, Camp Java (Feeder School, STMN 7 + STM PGRI 6, SMKN 35).


"Kenapa kayak begitu lagi? seharusnya sudah tidak boleh begitu lagi apalagi sudah nggak jamannya," ucap alumnus SMK Negeri 35, Hakiki Ahmad saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Kamis (16/5).

Alumnus angkatan 1993 yang akrab disapa Kiki ini mengakui juga pernah mengalami masa-masa tawuran seperti itu. Bahkan beberapa rekannya ikut menjadi korban.

"Memang masa-masa begitu krisis pencarian jati diri. Kita lebih takut dibilang pengecut, daripada bego. Kalau dibilang bego masih nyengir-nyengir saja," tuturnya.

Namun, lanjut dia, sebetulnya dapat diantisipasi karena hal ini menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pihak sekolah, tapi keluarga dan lingkungan.

"Ke depannya forum komunikasi anti tawuran harus lebih diperbanyak di tiap wilayah yang rawan tawuran antar pelajar," tambah manajer sekuriti pada salah satu mall di bilangan Jakarta Selatan ini.

Sementara Deddy yang juga alumni SMKN 35 berharap pelaku yang membacok Wahyu segera ditangkap. Terpenting pula mesti dicarikan solusi jitu karena masalah antar pelajar SMK Negeri 35 dengan SMK 1 DKI sudah terjadi bertahun-tahun. Terhitung sejak tahun 1992. Kala itu SMKN 35 masih disebut STM Negeri 7.

"Kalau masih umur-umur begitu benar masih jati diri, cuma yang kasihan kalau orang yang pengen benar-benar sekolah, tiap berangkat atau pulang selalu dicegat anak sekolah lain," ucapnya bernada miris.

Ia ingat ketika itu tiap berangkat sekolah harus menunggu kawan-kawan sebasisnya. Andai pun terpaksa berangkat sendirian, lebih baik menumpang omprengan (angkutan umum) kecil yang ongkosnya tentu lebih mahal dari PPD.

"Nggak berani pasti sendirian, sudah dikenali ini anak SMK DKI," ulas pria yang bekerja sebagai tenaga IT di salah satu media online nasional.  

"Tiga tahun taruhan nyawa, berangkat pulang juga begitu," imbuhnya.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya