Berita

Sepp Blatter

Olahraga

Blatter Bakal Panggil FIGC

Sanksi AS Roma Terlalu Ringan
KAMIS, 16 MEI 2013 | 08:20 WIB

Presiden FIFA Sepp Blatter mengkritik Federasi Sepakbola Italia (FIGC) atas hukuman ke­pada AS Roma terkait kasus ra­sia­lisme. Menurut pria asal Swiss itu, denda sebesar 50 ribu euro (sekitar Rp 631 juta) yang dijatuhkan FI­GC pada Roma terlalu ringan.

Denda itu dijatuhkan pada se­jumlah suporter AS Roma mela­kukan tindak rasialisme terhadap pemain AC Milan di dalam per­tandingan kedua tim 12 Mei lalu. Blatter memberi indikasi bahwa tindak rasialisme mestinya men­dapatkan hukuman lebih berat.

Menurutnya hukuman denda tidak pantas untuk tindakan pele­cehan ras. Selain itu dia menutur­kan, lahirnya hukuman denda ter­sebut terlalu cepat dan menda­dak tanpa dilakukan suatu penyelidi­kan terlebih dahulu oleh FIGC.


“Tidaklah mengejutkan bahwa komite disiplin Italia sudah mem­beri keputusan 24 jam sete­lah kejadian, dan bahkan tanpa menyelidiki. Cuma memberikan denda tidaklah dapat diterima. Saya akan memanggil Federasi Sepakbola Italia,” tegas Blatter di Football Italia.

Sekadar catatan di San Siro, Se­nin (13/5) dini hari kemarin WIB, terdengar nyanyian berbau rasis dari sekelompok suporter Roma, yang ditujukan kepada Ma­rio Balotelli dan Kevin-Prin­ce Boateng. Alhasil, Srigala Ro­ma pun dijatuhi hukuman denda.

Insiden itu sempat membuat wasit menghentikan laga selama beberapa menit. Francesco Totti kemudian mengimbau pendu­kung Roma yang ada di San Siro untuk menghentikan aksinya itu. Akibat insiden itu, Roma dikenai denda oleh otoritas Liga Italia. Giallorossi harus membayar den­da sebesar 50.000 euro atau se­kitar 631 juta rupiah. Terkait pelecehan rasial yang dilakukan oleh suporternya itu, Roma ke­mu­dian mengeluarkan pernyata­an lewat situs resminya. AS Ro­ma mengutuk dan menentang se­gala bentuk diskriminasi ter­ma­suk pelecehan berbau rasial.

“AS Roma mengutuk segala bentuk pelecehan rasial. Perilaku ini dari pendukung sepakbola manapun, termasuk kami, benar-benar tidak bisa diterima,” tulis per­nyataan di situs resmi Roma. Ka­mi berkomitmen untuk meng­hadapi isu ini secara langsung untuk membersihkan olahraga dari masalah ini dan meningkat­kan respek untuk semua,” bunyi pernyataan itu. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya