Pertama kali dalam sejarah, ada klub terdegradasi seusai menjuarai Piala FA. Wigan Athletic menorehkan sejarah itu.
Sabtu lalu (11/5), klub yang biÂaÂsa dijuluki The Latics ini sukÂses menaklukan Manchester City dan naik ke podium juara Piala FA.
Namun, usai melakoÂni laga konÂÂtra Arsenal di Liga Premier di EmiÂrate Stadium, dini haÂri keÂmarin (15/5) WIB, Wigan terÂdeÂgradasi dan tuÂrun kasta ke diÂviÂsi ChamÂpiÂonÂship musim deÂpan. Wigan disikat Arsenal 4-1.
Kendati demikian, petinggi klub, Dave Whelan menyakini bahÂÂwa sang arsitek Roberto MaÂrÂÂÂtinez akan tetap setia di LaÂtics, dan membantu perjuangan WiÂgan di divisi Championship agar dapat kembali merumput di Liga PreÂmier Inggris di muÂsim beriÂkutÂnya.
“Kami punya satu ambisi seÂkaÂrang, dan itu adalah untuk langÂÂsung kembali (ke Liga PreÂmier) pada musim depan. Kami akan berÂÂjuang tahun depan, dan kami ingin kembali di musim perÂÂtama, itu sangat penting. RoÂberÂto tahu bagaimana perasaan saya ke dia dan saya tahu bagaiÂmana perasaan Roberto ke saya dan ke klub. Dia adaÂlah gentleÂman yang sangat, saÂngat loyal,†imbuhnya di talkSPORT.
Sementara itu, Pelatih The GunÂÂners, Arsene Wenger juga ikut berÂkomentar atas terdegraÂdaÂÂsinya Wigan Athletic dari LiÂga Premier. Melihat kualitas yang dimiliki Wigan, Wenger meÂngaÂku sedih
The Latics harus turun kasÂta. MeÂnurutnya, WiÂgan sebeÂnarÂnya meÂrupakan tim bagus deÂngan perÂmainan yang mengesankan.
“Wigan adalah tim yang meÂmainÂkan sepakbola yang bagus dengan pemain-pemain cerdas dan ini sulit untuk dimengerti, taÂpi itulah kebenaran yang keÂjam daÂri permainan. Saya ingin meÂngÂuÂÂcapkan selamat kepada WiÂgan dan merasa prihatin, kaÂrena deÂngÂan kuÂaÂlitas sepakbola yang meÂreka mainkan, menyeÂdihÂkan melihat mereka terdeÂgraÂdasi,†ungÂkap WeÂnger kepaÂda
Sky Sports.
Sementara itu, kemenangan atas Wigan Athletic membuat ArÂsenal selangkah lebih dekat meÂnuju target lolos ke Liga ChamÂÂpions musim depan. PeÂmain ArÂsenal Aaron Ramsey, mengaku puas dengan hasil itu meski semÂpat terlihat bermain sedikit panik, selain itu dia juga mengingatkan rekan-rekannya, bahwa pekerjaan belum selesai.
“Kami bikin gol cepat dan keÂmudian kami sedikit panik. PaÂda akhirnya kami berhasil meÂnunÂtaskan pekerjaan yang mesti diÂlakukan saat melawan Wigan, kaÂmi menang, dan itu cara terÂbaik untuk menyelesaikan muÂsim di Emirates. Kami punya satu laga lagi untuk diselesaikan guna meraih posisi Liga ChamÂpions,†ujarnya di Skysports. [Harian Rakyat Merdeka]