Berita

pengawal hilmi aminuddin/ist

Politik

Pengawal Hilmi Aminuddin Bikin Rusuh di KPK

SELASA, 14 MEI 2013 | 16:10 WIB | LAPORAN:

Pengawal alias Body Guard sewaan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin rusuh. Mereka mengganggu awak media yang sedang mengabadikan momen rampungnya pemeriksaan Hilmi Aminuddin.

Hilmi sempat menjelaskan perihal pemeriksaannya kepada para awak media sekitar 2 menit. Tapi, belum lama dia menjelaskan, belasan pengawal itu melakukan tindakan represif. Mereka menarik badan awak media yang sedang merekam pernyataan Ustad Hilmi sambil berteriak.

"Terobos, terobos," teriak salah satu pengawal dari balik mobil Hilmi di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Selasa, 14/5).


Melihat hal itu para awak media kemudian lalu mencoba menengahi dengan menyarankan agar para pengawal itu bisa memberikan kesempatan sebentar. Tapi, hal itu tidak diindahkan mereka malah menarik-narik badan awak media.

Awak media mengalah. Setelah memberikan sedikit keterangan Hilmi berhasil dibawa masuk kedalam mobil Pajero Sport B 1279 EJA. Tapi, tiba-tiba sejumlah awak media ada yang terkena pukulan.

Hal itu memancing emosi, awak media yang ada langsung mengejar sejumlah pengawal Hilmi yang berlari ke luar gedung KPK. Namun akhirnya, sejumlah bodyguard berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka membawa salah seorang pengawal yang diduga sebagai provokator itu ke Pos Satpam di Kantor PT Jasa Raharja.

Hilmi diperiksa KPK lantaran petinggi PKS itu dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi. Pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang setelah Hilmi tidak memenuhi panggilan KPK pada Jumat (10/5) pekan lalu. Hilmi tidak hadir dengan alasan tengah mengikuti acara lain yang dijadwalkan lebih dulu ketimbang pemeriksaan KPK.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK pernah memeriksa anak Hilmi yang bernama Ridwan Hakim. Ridwan sendiri statusnya telah dicegah berpergian ke luar negeri. Selain Ridwan, KPK juga telah memeriksa petinggi PKS. Misalnya, Presiden PKS, Anis Matta, Bendahara PKS Mahfudz Abdurrahman, dan Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho. [rsn]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya