Berita

Sebastian Vettel

Olahraga

Vettel Sewot Soal Ban

Gagal DI Grand Prix F1
SELASA, 14 MEI 2013 | 08:32 WIB

Sebastian Vettel akhirnya gagal menduduki peringkat pertama pada balapan Grand Prix Formula Satu (F1) yang digelar di sirkuit Katalunya, Barcelona, akhir pekan lalu.

Vettel tidak bisa naik podium. Dia hanya berada di posisi keempat terpaut 38.2 detik dari Fernando Alonso yang memenangkan balapan F1. Pada balapan kali ini, Vettel yang tiga kali menjuarai F1 sebenarnya melakukan start dengan baik. Namun, degradasi ban yang terjadi di kendaraannya membuat Vettel terpaksa pit stop sebanyak empat kali.

“Saya tetap puas berada diposisi keempat dan masih bisa meraih poin yang baik. Sebenarnya, saya ingin lebih dari itu, tapi tidak punya ban yangmampu bertarung di lintasan tersebut. Terutama, untuk mengejar ketiga pebalap di depan,” katanya seperti dilansir PlanetF1, kemarin.


Dikatakan, sebenarnya mobilnya punya kecepatan yang baik untuk menantang Lotus Renault dan Ferrari yang berada di posisi depan. Tetapi, katanya, jika berbicara tentang masalah ban, hasilnya bisa berbeda.

Sementara kepala tim principal Red Bull, Christian Horner menolak membahas kegagalan Vettel di balapan kali ini. Menurut Horner, Vettel seharusnya bisa tampil cemerlang. Tapi, ada kejadian luar biasa yang menghambat laju kecepatannya.

“Kami tidak bisa menyalahkan sepenuhnya permasalahan inipada ban. Meskipun itu benarbenar mengganggu Vettel, pebalap seharusnya bisa mengatasi kendala seperti itu,” katanya.

Fernando Alonso berhasil meraih kemenangan keduanya pada musim ini di Katalunya. Posisi kedua dan ketiga diduduki Kimi Raikkonen dari Lotus dan pebalap Ferrari, Felipe Massa.

Di klasemen sementara, Vettel masih berada di puncak mengantongi nilai 89, diikuti Raikkonen meraih nilai 85, dan Alonso dengan nilai 72.[Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya