Rafael Nadal berhasil menjuarai Madrid Masters 2013 yang digelar di Caja Magica, Madrid, Spanyol. Nadal mengalahkan Stanislas Wawrinka 6-2 dan 6-4 dalam 71 menit, dinihari kemarin.
Nadal mendominasi set pertama dan langsung unggul 3-0 dari petenis Swiss itu dan sukses mengukir titel kelimanya pada tahun ini. Di final, King of Clay , julukan Nadal, dua kali berhasil mematahkan servis lawannya.
Wawrinka cuma mampu mempertahankanservisnya di gamekelima dan memperkecil kedudukan menjadi 1-4. Di gim kedelapan, Nadal langsung memimpin 40-0 sebelum menutup set pembuka.
Set kedua berlangsung ketat. Kedudukan imbang 3-3, sebelum Nadal mematahkan servis Wawrinka di gim ketujuh dan unggul 5 3. Gim kesembilan menjadi milik Wawrinka untuk memperpanjang nafasnya.
Namun, Nadal tidak menyianyiakan servisnya di gim kesepuluh. Wawrinka melakukan pengembalian tapi keluar dari baseline. Akhirnya, Nadal menjatuhkan diri ke lapangan, tanda memenangkan pertandingan.
Petenis kidal Spanyol itu bisa meraih performa prima setelah cidera lutut yang memaksanya absen panjang pada pertengahan tahun lalu.
Nadal selalu tercatat masuk final di tujuh turnamen yang diikutinya dan memenangi lima turnamen, Sao Paulo, Acapulco, Indian Wells, Barcelona dan Madrid.
“Kemenangan ini paling spesial setelah saya menderita cidera. Bermain di Madrid selalu sangat luar biasa bagi saya,†ungkap Nadal seperti dilansir Yahoosports, kemarin.
Bagi Nadal, Madrid Masters merupakan titel ketiganya. Sebelumnya, ia memenangi turnamen pada 2010 dan 2005. Ia tercatat lebih banyak bersanding melawan Roger Federer.
Dia mengakui, permainannya makin baik, terutama pukulan forehand yang selama ini jadi andalannya. “Memang benar bahwa dalam beberapa saat saya kurang sedikit melakukan backhand. Tapi, jika saya mampu mengimbanginya, semuanya akan berubah,†katanya.
Di nomor putri, Serena Williams berhasil meraih trofi setelah mengalahkan Maria Sharapova di final. Serena menang dua set langsung 6-1 dan 6-4. Gelar ini juga menjadi trofi ke-50 sepanjang 18 tahun kariernya sebagai petenis profesional.
Di set pertama, Serena mudah mengalahkan petenis cantik Rusia itu dan hanya memberikan satu poin untuk Sharapova. Skor 6-1 untuk kemenangan Serena, menghiasi set pertama.
Di set kedua, Sharapova memberikan perlawanan di awal pertandingan. Tapi, ia tidak bisa membuat Serena tertekan dan petenis Amerika itu mampu mengemas kemenangan menjadi 6-4. “Ini sangat bagus. Saya tidak tahu bagaimana bisa menang. Siapa yang tahu jika bisa memenangkan gelar lain? Saya hanya bermimpi. Semoga saya bisa mewujudkannya,†ujar Serena seusai laga.
Berbeda dengan Serena, Sharapova bermain di luar dugaan. Petenis berusia 26 tahun itu melakukan lima kali double faults pada tiga servis awal dan membuatnya gagal mengawali pertandingan dengan sempurna.
“Saya memulai pertandingan sangat lambat dan menghadapi lawan seperti dia (Serena -red) tidak bisa mendapatkan kemenangan itu. Saya tidak bereaksi baik dan tidak mampu bergerak cepat. Ini bukan hanya double faults, tapi juga tidak punya banyak servis yang baik,†sesal Sharapova. [Harian Rakyat Merdeka]