Berita

karsa/ist

Politik

Parpol Pendukung Karsa Bisa Bernasib Seperti Gundik-gundiknya Fathanah

SENIN, 13 MEI 2013 | 16:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalau temuan Surabaya Corruption Watch (SCW) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu (10/5) direspon positif oleh lembaga anti rasuah itu, maka parpol-parpol pendukung pasangan petahana Seokarwo-Saefullah Yusuf (Karsa) bisa bernasib seperti gundik-gundiknya Ahmad Fathanah.
 
"Semua harta kekayaan pemberian Ahmad Fathanah, baik mobil, uang bahkan cincin kawin, disita KPK berdasarkan UU pencucian uang karena ditengarai semua materi yang oleh Fathanah diberikan untuk menarik simpati para wanita itu ternyata hasil korupsi," ujar Adhie M Massardi kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/5).
 
Pekan lalu, SCW melaporkan Karsa ke KPK atas dugaan menggunakan APBD Jatim untuk pencalonannya sebagai Cagub dan Cawagub Jatim pada Pilgub 2013. Menurut Koordinator SCW Harry Cipto, pihaknya melaporkan Karsa didasarkan adanya kucuran dana yang diambil dari uang APBD kepada Aliansi Parpol Non Parlemen (APNP) Jatim sebesar Rp 300 juta. Kucuran dana ini dimaksudkan agar parpol-parpol non parlemen memberikan dukungan kepada mereka.


"Nah, Harry Cipto dari SCW kan menemukan sejumlah bukti bahwa Karsa ditengarai menggunakan dana APBD untuk menarik simpati sejumlah parpol guna mendukungnya. Jadi kalau KPK bergerak, uang dan harta apa pun yang sudah diterima partai-partai itu, apabila terbukti dari hasil korupsi, bisa disita KPK," jelas inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih ini.
 
Makanya, tokoh pergerakan yang juga koordinator Gerakan Indonenesia Bersih (GIB) ini berharap agar parpol-parpol di Jawa Timur belajar dari kisah para gundik Ahmad Fathanah. Sebab proses demokrasi harus berjalan di atas etika dan moralitas yang baik. Apalagi masyarakat Jawa Timur yang egalitarian, menurut Adhie, sesungguhnya memiliki modal dasar yang kuat untuk mengembangkan demokrasi yang baik dan benar, dan menjadi kiblat demokrasi di negeri ini.
 
"Kalau dihitung-hitung, baik para gundik Fathanah maupun parpol pendukung Karsa dipakai secara gratis," canda Jubir presiden era Gus Dur ini.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya