Berita

Sergey Ivanov /RMOL

Sergey Ivanov Berharap Lebih Banyak Turis Indonesia Kunjungi Tatarstan

SABTU, 11 MEI 2013 | 01:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Republik Tatarstan memasang target kunjungan 2 juta turis di tahun 2013 ini. Diharapkan turis asal Indonesia yang mengunjungi subjek federal Federasi Rusia itu bertambah banyak.

Bila tren kunjungan turis dari Indonesia terus meningkat dalam 3 hingga 5 tahun mendatang, bukan tidak mungkin akan ada penerbangan langsung dari Kazan ke Jakarta dan sebaliknya.

Demikian disampaikan Deputi Menteri Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Republik Tatarstan, Sergey Ivanov, dalam pembicaraan dengan sejumlah wartawan Indonesia yang mengunjungi kantornya di Kazan, hari Kamis (9/5).


Menurut Ivanov yang menangani urusan pariwisata di kementerian itu, dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah wisatawan yang mengunjungi negeri mereka mencapai 1,2 juta jiwa. Sebagian besar dari jumlah itu, sekitar 70 persen, adalah turis domestik dari negeri-negeri lain di Federasi Rusia. Sementara mayoritas sisanya berasal dari kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Beberapa tahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan ke Republik Tatarstan meningkat antara 10 hingga 14 persen.

"Kami ingin menarik turis dari Indonesia. Saat ini kami baru memulai upaya menarik perhatian turis Indonesia. Menjadi penting bagi kami untuk mengetahui apa yang harus kami lakukan sehingga lebih menarik bagi market di Indonesia," ujarnya.

"Kami perlu tahu jenis objek wisata seperti apa yang lebih menarik bagi masyarakat Indonesia. Kami membutuhkan opini Anda dan rekomendasi Anda," ujar Ivanov lagi kepada wartawan Indonesia yang menghadiri kegiatan Familarization Trip ke Republik Tatarstan atas undangan Kementerian Pemuda, Olahraga dan Pariwisata.

Dia mengakui, kendati jumlah turis asal Rusia yang mengunjungi Indonesia, khususnya Bali, dalam beberapa tahun terakhir terus bertambah, namun Republik Tatarstan khususnya, baru memulai proses mengenalkan Indonesia kepada market di Tatarstan dan mengenalkan Tatarstan kepada market di Indonesia.

"Saat ini kami memiliki hubungan yang baik dengan Malaysia, Singapura dan Korea. Dan kami baru memulai proses ini dengan Indonesia," kata dia.

Menurut Ivanov menjalin hubungan dengan negara Muslim seperti Indonesia lebih mudah karena lebih dari setengah populasi Tatarstan juga pemeluk agama Islam. Ini membuat, masih menurut Ivanov, masyarakat Tatarstan akan lebih mudah mendekat dan mengenal Indonesia, dan sebaliknya.

"Kita memiliki aturan dan mentalitas yang kurang lebih sama," tambahnya.

Tanpa menyebutkan angka yang pasti, Sergey Ivanov mengakui bahwa jumlah orang Malaysia yang berkunjung ke Tatarstan sedikit lebih banyak dari jumlah orang Indonesia yang berkunjung ke Tatarstan. Hal itu karena Tatarstan lebih dahulu dan lebih banyak memiliki hubungan bisnis dengan Malaysia.

Namun masih kata dia, jumlah turis Tatarstan yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali, lebih banyak dari yang berkunjung ke Malaysia.

"Mereka sangat paham tentang Bali. Banyak teman saya yang berkunjung ke Bali," tambahnya.

Tetapi di sisi lain, sejauh ini orang Tatarstan yang bekunjung ke Indonesia masih menganggap Bali sebagai objek wisata utama, kalau bukan satu-satunya yang ada di Indonesia. Sementara untuk Malaysia, orang Tatarstan tidak hanya mengenal Kuala Lumpur, tetapi juga antara lain, Lengkawi dan Penang.

Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Federasi Rusia Moenir Ari Soenanda yang ikut dalam pertemuan itu sedikit banyak membenarkan hal ini. Katanya, tidak sedikit orang Rusia yang mengira bagwa Bali adalah ibukota Indonesia. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya