Berita

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Wawancara

WAWANCARA

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati: Alutsista Kita Yang Makin Tua Harus Segera Diremajakan

SELASA, 07 MEI 2013 | 09:47 WIB

Anggota DPR ikut Latihan Gabungan (Latgab) TNI untuk melihat Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista).

“Dari latihan itu kami melihat secara langsung bahwa alutsista kita memang harus diremajakan dengan membeli baru,” kata anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, TNI AD, AU dan AL melakukan Latgab TNI 2013 di empat daerah, yakni Jakarta, Situbondo, Sangatta (Kaltim), dan Bima (NTB). Sebanyak 16.745 prajurit TNI dan ratusan alutsista turut serta dalam latihan tersebut.


Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati yang akrab disapa Nuning ini mengaku senang bahwa dirinya satu-satunya anggota DPR perempuan yang ikut Latgab tersebut.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa Anda tertarik ikut Latgab TNI itu?
Saya nggak tahu yang lain tertarik atau tidak. Tapi bagi saya, karena ayah saya seorang prajurit maka saya akrab dengan latgab ini.

Bukan itu saja, dalam kesederhanaan sebagai anak tentara banyak sekali menjumpai hal-hal yang sangat membekas, sehingga saya sangat menghayati hal seperti ini. Walaupun nggak  disuruh ikut, mungkin saya akan datang sendiri.

Apa mungkin bisa hadir kalau tidak diundang?
Sebagai anggota DPR, saya memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana berlangsungnya latgab tersebut. Saya bisa saja  beli tiket sendiri, dan maksa untuk ikut, he-he-he.

Anda kan perempuan, apa tidak capek?
Tidak. Memang ada dikotomi antara perempuan dan laki-laki. Kalau misalnya saya capek, laki-laki juga capek. Tanya saja ke prajurit yang harus turun tangga.

Jenderal-jenderal juga pegal berdiri. Bukan hanya saya yang capek. Hanya saja karena jarang naik kapal, rasa mual pasti ada. Tapi karena saya memiliki satu visi dan misi, sehingga tidak merasa menjemukan. Malah menyenangkan.

Apa kesan-kesannya?

Latgab itu kan dihadiri Presiden SBY, Menko Polhukam, Kepala Staf-Kepala Staf, Menhan, Wamenhan, dan Kapolri, tentu ini berkesan. Lagi pula di situ terjadi juga pembicaraan informal yang belum tentu sehari-hari dapat mereka lakukan.

Selain itu, kebersamaan makan dengan prajurit value-nya sangat tinggi. Apalagi semua kesatuan berkumpul, TNI AD, AL dan AU.

Apa ada manfaatnya latgab itu?
Ada. Dengan latihan gabungan bersama ini, memberikan saling tukar wacana dan pemikiran akhirnya menemukan solusi, kejanggalan dan kekurangan. Kalau tidak ada latgab, mana kita tahu itu.

Latgab di negara manapun adalah keniscayaan, bahwa hal itu sesuatu yang harus dilalui oleh tentara manapun. Sebab, tujuannya untuk menjadikan prajurit terlatih dan profesional.

Selain itu, latgab ditujukan untuk membangun kebersamaan antar matra (TNI AD, AL, dan AU). Mereka menjadi lebih bersahabat, bersaudara dan terbangun kerukunan. Paling tidak mereka dapat bekerja dalam konteks pelaksanaan pertahanan secara integral.

Apa ada masukan dari Anda?
Ada. Salah satunya mengenai alutsista kita mana yang prioritas dan lainnya. Ke depan, saya bukan meragukan capres yang bukan dari kalangan militer. Tapi patut dipertanyakan, kalau capresnya bukan militer, apakah dia punya visi pertahanan, sehingga kita tetap memberikan perhatian terhadap TNI.

Siapa saja anggota DPR yang ikut Latgab?
Pak Mardani dan Hari Kartana. Kebetulan kami satu kapal dengan Pak Presiden SBY di KRI Makassar bersama-sama Panglima TNI dan ketiga kepala staf serta Kapolri.

Alutsista mana saja yang perlu diganti baru?
Misalnya, Angkatan Laut. Kita harus dukung pembelian kapal perang dan persenjatannya. Kalau semakin tua kapalnya, maka daya tempurnya semakin menurun. Kita harus memiliki kemampuan dari segi militer. Begitu juga alutsista di angkatan lain.
     
Bagaimana dengan anggarannya?

Itu yang harus diupayakan. Kita jangan lihat persoalan pertahanan dengan kacamata sipil, menimbang dengan tidak adanya perang, ngapain TNI dikasih alutsista, rakyat juga susah. Tapi kita harus berpikir bahwa negara sepakat menjadi negara yang memiliki angkatan bersenjata. Nah, makanya harus dilengkapi dengan alutsista. Harapannya bagus dan kesejahteraannya juga bagus.   [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya