Berita

sby

Presiden: Mental Prajurit harus Terus Diasah

JUMAT, 03 MEI 2013 | 14:26 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para prajurit TNI untuk terus mengasah kemampuan mental, meskipun memiliki peralatan tempur yang baik.

"Indonesia memiliki kekhasan, tantang bagi pertempuran dan peperangan di negeri ini. Karena itu, selain punya sistem pertahanan yang handal, prajurit harus punya mental tangguh, pantang menyerah dan siap kapan pun bertugas," kata Presiden usai menyaksikan simulasi serangan darat gabungan di Pusat Pelatihan Korps Marinir Karangteko, Situbondo, Jatim, Jumat (3/5).

Presiden mengatakan latihan mutlak dilakukan oleh para prajurit dan disesuaikan dengan tekanan saat pertempuran sesungguhnya, sehingga siap bila terjadi peperangan.


"Sebagaimana diketahui peperangan kompleks, pertempuran keras dan berdarah oleh karena itu latihan pertempuran harus keras," kata Presiden.

Selain terus dilakukan latihan untuk meningkatkan mental dan kesiapan, Presiden mengatakan pemerintah pun terus melakukan upaya untuk mencukupi alat utama sistem senjata, sehingga pertahanan nasional semakin baik.

"Perang adalah jalan terakhir bila tidak ada cara lainnya. Sebelum saya akhiri tugas dan mandat saya akan kami tuntaskan modernisasi (senjata-red) di negeri kita ini, sehingga Indonesia miliki persenjataan yang modern," tukasnya.

Sebelumnya pada Jumat pagi, Presiden dan Wakil Presiden menyaksikan operasi serbuan amphibi, operasi serbuan lintas udara dan penembakan yang dilakukan oleh Artileri Medan Marinir RM 70 Grade 105 mm di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo.

Presiden dan Wapres juga akan menyaksikan latihan pendahuluan Kogaslatgap 1 BTP Marinir dan kompi Mekanis Batalyon 203 Kodam Jaya, Operasi Lawan Udara "Offensive", latihan menembak armada Medan, tembak gerak satuan Tank Yon Kav 8 Scorpion, tembakan pertahanan udara dan mobile udara 514 Rider.

Pada siang harinya usai Shalat Jumat, Presiden dan Ibu Negara bersama Wakil Presiden Boediono dan Herawati Boediono makan siang bersama 1.500 prajurit yang mengikuti latihan gabungan.

Presiden dan Ibu Negara juga meninjau bakti sosial di Situbondo yang dilakukan oleh TNI. [ant/zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya