Berita

Pieter Rumaropen (kanan)

Olahraga

Rumaropen Nyesal Tonjok Wasit Muhaimin

Setelah Dihukum Seumur Hidup
JUMAT, 26 APRIL 2013 | 08:16 WIB

. Penyelesaian selalu datangbelakangan. Itulah yang sedang dirasakan penyerang Persiwa Wamena, Edison Pieter Rumaropen. Kemarin, dia menyesali aksinya memukul wasit Muhaimin.

Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan telah menghukum penyerang berusia 29 tahun itu dengan larangan tampil di lapangan hijau seumur hidup.

Aksi pemukulan Pieter terjadi ketika Persiwa kalah 1-2 dari Pelita Bandung Raya (PBR), Minggu (21/4/13). Pada menit ke-79, Muhaimin memberikan hadiah penalti kepada PBR setelah pemain PBR Nova Aryanto ditekel OK Jhon (Persiwa).


Keputusan itu diprotes pemain Persiwa yang menganggap OK Jhon melakukan tekel bersih. Dalam aksi tersebut, Pieter Romaropenmelakukan gerakan pukulan ke arah mulut wasit Muhaimin. Aksinya itu tertangkap kamera.

Mendapat hukuman dari Komdis PSSI, Pieter mengaku tidak memiliki niat untuk memukul Muhaimin.

“Saya hanya berusaha menariknya untuk mengajaknya berdiskusi setelah memberikan penalti buat PBR, karena itu bukan pelanggaran. Ketika menariknya, kepala wasit langsung menengok ke kiri dan kemudian mengenai tangan saya,” ujar Pieter kepada wartawan, kemarin.

Pieter berharap Komdis PSSI tidak memberikan hukuman seberat itu kepadanya. Dia mengharapkan Komdis mendengarkan pembelaannya terlebih dahulu sebelum menjatuhkan hukuman.

“Komdis harus melihat dengan baik-baik. Mendengar kesaksian saya sebagai pemain sepakbola dan manusia biasa. Saya akan banding dan telah meminta bantuan dari Persiwa,” kata Pieter.

“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencarian saya dari sepakbola,” sambung pesepak bola kelahiran Biak, Papua tersebut.

Sebagai bukti penyesalannya, Pieter berharap bisa bertemu dengan Muhaimin untuk meminta maaf.

Akibat pemukulan itu, Muhaimin mendapat luka yang cukup parah di bagian mulutnya. Sang pengadil lapangan itu mendapat tiga jahitan besar serta satu jahitan kecil. Kostum kuningnya berlumuran darah.

“Saya ingin bertemu wasit untuk menyampaikan permintaan maaf namun belum bisa. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya. Seribu maaf buat wasit,” kata Pieter dengan tulus.

“Saya sangat menyesal atas kelakuan dalam pertandingan itu. Apalagi, pertandingan itu disiarkan secara langsung. Tindakan itu tidak pantas dilakukan.

Kejadian itu menjadi pelajaran terutama buat para pemain muda agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tutup pemain yang memperkuat Persiwa sejak 2002 tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya