Berita

ilustrasi

Dunia

82 Nyawa Melayang Dan 700 Terluka Di Bangladesh

Gedung Delapan Lantai Ambruk
KAMIS, 25 APRIL 2013 | 09:14 WIB

Gedung delapan lantai ambruk di pinggiran Dhaka, ibukota Bangladesh, kemarin. Insiden pagi itu menewaskan hampir 100 orang dan melukai 700 orang.

Bangunan itu ditempati beberapa pabrik garmen, berlokasi di Savar. Ini kejadian tragis bagi Bangladesh, eksportir garmen terbesar kedua dunia setelah China.

Kecelakaan ini terjadi setelah lima bulan terjadi kebakaran di pabrik pakaian, Fashion Tazreen, yang menewaskan 112 orang.


Insiden rubuhnya bangunan itu, kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan kerja di sana. Pasalnya, pekerja mengaku tetap disuruh bekerja meski ditemukan retakan di bangunan itu, Selasa (23/4).

Petugas penyelamat terus berusaha mencari pekerja yang masih terperangkap di reruntuhan bangunan. Sekitar 100 orang dikhawatirkan terperangkap di antara puing-puing.

“Jumlah korban tewas yang kami terima 82 orang. Setidaknya 700 orang juga tengah dirawat,” kata Hiralal Roy, dokter senior di unit gawat darurat rumah sakit Enam, Dhaka, kemarin. Insiden gedung ambruk kerap terjadi di Bangladesh akibat pengembang nakal yang melanggar aturan pembangunan di gedung bertingkat.

Lebih dari 70 orang tewas setelah sebuah pabrik garmen bertingkat runtuh pada tahun 2005. Kemudian pada November 2012, sedikitnya 13 orang tewas setelah jalan layang yang tengah dibangun, ambruk di kota Chittagong. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya