Berita

ist

Kesehatan

Tanpa Lewat Perusahaan Pun, Pekerja Bisa Daftar Program Jamsostek

SABTU, 20 APRIL 2013 | 20:16 WIB | LAPORAN:

.Jika sebelumnya  disyaratkan dalam UU Nomor 3/1992 untuk terdaftar dalam  kepesertaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) harus dilakukan  melalui perusahaan yang  minimal miliki 10 pekerja. Saat ini, dengan keluarnya peraturan pelaksana dari pemerintah, program Jamsostek bisa diikuti secara individual dan didaftarkan perorangan.

"Sekarang sudah keluar aturan pelaksanaan dari pemerintah, maka terbuka bagi pekerja untuk mendaftarkan secara individual," kata Direktur Kepesertaan PT. Jamsostek, Junaedi di sela  publik ekpose laporan Triwulanan di Bandung, tadi malam, Jumat  (19/4).

Junaedi menambahkan, sekalipun terbuka  mengikuti program secara individual, tapi mereka yang mendaftarkan diri jadi peserta mesti masuk dalam kriteria pekerja, yaitu memiliki pekerjaan tertentu dan berusia di bawah 55 tahun.


Program yang didaftarkan, lanjut Junaedi tidak boleh hanya satu program saja yaitu Jaminan Hari Tua (JHT). Seperti diketahui, besarnya imbalan hasil pengembangan dana JHT pekerja yang mencapai dua digit atau lebih dari 10 persen berdampak pada banyaknya kalangan yang ingin menaruh dananya di program JHT. Tingginya imbal hasil JHT Jamsostek itu melebihi bunga deposito perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang hanya berkisar 6-7 persen.

Junaedi menjelaskan, program jaminan sosial bukanlah suatu instrumen investasi. "Boleh saja wirausaha perorangan mengikuti program Jamsostek yang disebut pekerja mandiri. Tapi, mereka musti ikut satu paket program terdiri dari program JHT, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dan Jaminan Kematian (JK)," terangnya.

"Jadi iuran yang disisihkan bukan buat program JHT saja, tapi juga program lainnya demi  perlindungandari resiko  sosial pekerja bersangkutan," imbuhnya.

Saat ini, Junaedi menambahkan, pekerja perseorangan sudah bisa mendaftarkan secara manual. "Tapi karena sifatnya perseorangan belum bisa terlihat saldonya di online, kita lagi buat agar bisa masuk ke sistem karena registrasinya berbeda dengan yang dikoordinir perusahaan," jelasnya.

Sementara itu, terkait jumlah penambahan kepesertaan baru perusahaan sampai Maret 2013, tercatat 7.302 perusahaan dengan jumlah penambahan 1,115 juta tenaga kerja. Sementara itu,  untuk tenaga kerja jasa konstruksi penambahannya mencapai 446,9 ribu tenaga kerja. "Realisasinya dari target mencapai 83,5 persen untuk perusahaan dan 64 persen untuk ketenagakerjaan," terangnya.

Junaedi menambahkan, dirinya optimis lonjakan penambahan kepesertaan baru akan meningkat menjelang akhir tahun, apalagi jaringan kanal distribusi dan outlet Jamsostek kini terbuka luas sampai di pelosok Kabupaten/Kota.[trg]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya